UT Menjadi Universitas ke-53 yang Kembangkan LPSE di Indonesia

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0 di Indonesia, Universitas Terbuka (UT) perlu mengadopsi teknologi terkini untuk diaplikasikan pada program barang dan jasa di UT guna mewujudkan kinerja yang lebih efisien dan efektif, menurut Drs. Moh. Muzammil, M.M dalam sambutannya pada kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2019 hari ke-4, Kamis (28/02/2019) di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC). Ia berterima kasih kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) atas bimbingannya dalam pengembangan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di UT.

Dalam sambutan Deputi LKPP yang diwakili oleh Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi LPSE Nasional Mustika Rosalina Putri, S.H., M.H., mengapresiasi UT yang telah berhasil membangun dan ikut berpartisipasi menjadi agen perubahan di bidang barang dan jasa melalui pengadaan secara elektronik. Mustika menambahkan bahwa UT menjadi universitas ke-53 yang telah berhasil membangun LPSE serta bertransformasi dengan LKPP dalam merangka mewujudkan tata kelola yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta mendukung peningkatan pelayanan publik dan kualitas yang terpercaya di lingkungan UT.

Pada kesempatan ini, diselenggarakan juga Penyerahan Naskah Kesepakatan Tingkat Layanan Service Level Agreement (SLA) antara LKPP yang diwakili oleh Mustika Rosalina Putri, S.H, M.H. dengan Universitas Terbuka (UT) yang diwakili Drs. Moh. Muzammil, M.M., serta disaksikan oleh Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si selaku Kepala Unit Pengadaan Barang/Jasa. Kemudian, Moh. Muzammil meresmikan peluncuran LPSE Universitas Terbuka sekaligus tender pertama yang dilakukan pada sistem LPSE dihadapan para peserta Rakernas dari seluruh UPBJJ-UT.