UT Hadir di Pameran IIETE 2019

Lebih dari 165 perguruan tinggi terkemuka dan favorit di Indonesia maupun mancanegara serta perusahaan teknologi penunjang pendidikan, ikut serta pada pameran Indonesia International Education & Training Expo (IIETE) 2019 ke-28, yang dilaksanakan bersamaan dengan Indonesia technologies & Supplies for Education & Profesional Training (Edutech Expo) 2019 pada tanggal 14-17 Februari 2019 di JCC Senayan. Acara dibuka oleh Gubernur DKI, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bapak Bowo Irianto.

Selain PTN dan PTS, peserta pameran berasal dari perguruan tinggi kedinasan, militer, lembaga pelatihan/kursus. Sedangkan peserta perguruan tinggi berasal dari mancanegara seperti Turki, Rusia, Jepang, China, Spanyol Filipina, Malaysia, Singapura, dan Australia. Tidak ketinggalan perusahaan penyedia teknologi dan data penunjang pendidikan berbasis digital, alat laboratorium, alat peraga pendidikan, software pendidikan, buku-buku pendidikan, system keuangan digital, dll.

Moh. Sukur Sakka selaku ketua penyelenggara mengatakan “Education Expo” memiliki nilai strategis karena memberikan informasi kepada calon mahasiswa khususnya pelajar SMA/SMK/MA mengenai produk-produk pendidikan tinggi, mulai dari program pendidikan berjenjang Diploma, S1, S2, S3 profesi kelas pararel, kelas internasional, program pelatihan, program kedinasan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Informasi pendidikan ini sangat diperlukan agar mereka dapat memiliki dan memilih perguruan tinggi mana yang sesuai dengan minat dan mampu mengantarkan mereka kepada cita-cita yang diinginkan.

Selain program pendidikan, beragam informasi penting yang ada di event ini adalah jadwal penerimaan mahasiswa baru, pendaftarannya langsung di pameran, jalur masuk tanpa tes, jalur beasiswa uang perkuliahan, kegiatan mahasiswa, dll.

Tema dalam acara ini “Mempersiapkan Generasi Milenial Berkarakter dan Unggul”, hal ini sangat relevan dengan Universitas Terbuka. Di mana mahasiswa UT dituntut untuk belajar mandiri secara jarak jauh. Mandiri dan jarak jauh artinya dalam proses belajar mengajar dilakukan secara terpisah antara dosen dan mahasiswa. Mahasiswa ditutut untuk mandiri, dengan dibantu oleh teknologi digital yang berkembang hingga saat ini.

Stan Universitas Terbuka banyak dikunjungi dari kaum milenial, untuk memahami Universitas Terbuka lebih dekat. Melalui informasi yang diberikan secara langsung dan tatap muka oleh penjaga stan kepada calon mahasiswa, semoga dapat memberikan dan memperluas pemahaman tentang Universitas Terbuka di tengah masyarakat luas.