UT Gelar Pertemuan dengan Para Atdikbud

Selaras dengan misi utama Universitas Terbuka (UT) untuk menyediakan akses dan pemerataan pendidikan tinggi bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk warga yang tinggal di luar negeri, UT telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Luar negeri melalui Nota Kesepahaman pada tanggal 7 Februari 2012. Sebagai wujud kerja sama tersebut, UT menyelenggarakan pertemuan koordinasi rutin tahunan dengan para Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI, yang difasilitasi Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (PKLN), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) di Hotel GranDhika – Jakarta Selatan, Kamis (14/02/2019). Koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan layanan kepada mahasiswa UT serta upaya menyosialisasikan keberadaan UT dalam memberikan akses pendidikan tinggi secara luas kepada masyarakat Indonesia berada di luar negeri.

Pertemuan ini dihadiri oleh para undangan yaitu: 17 Atdikbud (Washington DC, Paris, London, Den Haag, Berlin, Cairo, Riyadh, Bangkok, Kuala Lumpur, Manila, Tokyo, Canberra, Port Moresby, Beijing, New Delhi, Singapura, dan Dilli); Kepala Biro PKLN, Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI, Kabag Fasilitasi International Biro PKLN. Sementara dari pihak UT dihadiri oleh Rektor UT yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja sama, Para Dekan Fakultas dan Program Pascasarjana, Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri. Acara ini dipandu oleh Dr. Sri Sediyaningsih, M.Si. Kepala Pusat Pengembangan Hubungan Internasional dan Kemitraan.  

Dalam sambutannya, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik menyampaikan terima kasih atas fasilitas dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan bekerja sama dengan para Atdikbud untuk meningkatkan jumlah mahasiswa UT di luar negeri terutama para pekerja migran. Hal ini sejalan dengan target yang diberikan oleh Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) kepada UT untuk mencapai 1 juta mahasiswa dan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK). Kedepannya, UT akan membuka Layanan Hub bagi mahasiswa UT di Den Haag, Belanda untuk memudahkan pekerja migran di Eropa yang ingin bergabung menjadi mahasiswa UT.

Teguh Hendro Cahyono selaku Deputi Bidang Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyampaikan bahwa sekitar 1,8 juta pekerja migran yang berpotensi untuk menjadi mahasiswa UT. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D. Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri pada Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan menyampaikan bahwa UT merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah dalam menyediakan Pendidikan Tinggi Terbuka Jarak Jauh (PTTJJ) di luar negeri terutama bagi pekerja migran. Sehingga, saat mereka kembali ke Indonesia dapat mengembangkan potensinya dan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian negara. Kemudian, para Atdikbud memberikan saran dan pendapat bagi UT dalam forum diskusi.