Universitas Terbuka Gelar Seminar Bertajuk Kelautan dan Perikanan

Seminar Wisuda secara resmi dibuka oleh Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Senin (05/11/2018). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara wisuda yang akan dilaksanakan pada hari Selasa (06/11/2018). Rektor UT memberikan selamat dan menyampaikan rasa bangga kepada calon wisudawan Universitas Terbuka yang sudah menyelesaikan perkuliahannya. Dalam paparannya, Rektor menjelaskan bahwa tempat dan waktu bukan halangan untuk melanjutkan kuliah, tidak ada hambatan untuk berkuliah walaupun bertempat tinggal di daerah terpencil. Oleh karena itu, terbentuknya perkuliahan jarak jauh merupakan langkah yang tepat. Rektor berharap ada upaya strategis agar UT semakin dikenal oleh masyarakat.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan Prof. Ir. R. Sjarief Widjaja. Ph.D. FRINA

Pembicara utama dalam seminar nasional bertemakan “Peran Masyarakat dalam Mewujudkan Kedaulatan Bangsa di Bidang Kelautan dan Perikanan” adalah Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan Prof. Ir. R. Sjarief Widjaja. Ph.D. FRINA. Tema tersebut diangkat sebagai upaya mewujudkan kedaulatan dalam menjaga sumber daya laut yang keberlanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan sumber daya laut. Tantangannya adalah peran aktif masyarakat dalam mengelola sumber daya laut dengan baik dan benar, khususnya dalam bidang perikanan.

Potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan potensi yang dapat dioptimalkan pengelolaannya. Salah satu penyebab utama kurangnya pasokan ikan dan rendahnya angka konsumsi ikan masyarakat Indonesia adalah kesalahan dalam mengelola sumber daya laut. Prof. Sjarief Widjaja selanjutnya menyampaikan perkembangan kelautan dan perikanan Indonesia saat ini. Beliau mengatakan bahwa dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan terdapat beberapa permasalahan, antara lain terjadinya penangkapan ikan secara ilegal yang ancaman kelestarian sumber daya ikan, iklim usaha perikanan yang tidak kondusif, melemahnya daya saing perusahaan dan nelayan yang termarjinalkan.

Dalam mengelola sumber daya kelautan, pemerintah memberikan dukungan dalam mendorong nelayan berupa program pengembangan usaha, pemasaran dan perdagangan yang sesuai. Ia berharap dengan pengelolaan sumber daya laut yang baik, masyarakat Indonesia dapat mengonsumsi Sumber Daya Laut terutama Ikan dengan kualitas baik dan segar. Hal ini bermanfaat bagi terciptanya sinkronisasi dan harmonisasi pencapaian keberhasilan pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan.