FHISIP UT Selenggarakan Konferensi Internasional Pertama

Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka menyelenggarakan Konferensi Internasional Open Conference 2018 bertajuk Social Political Challenges in Industrial Revolution 4.0 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (15/11/2018). Acara ini bertujuan untuk melihat tantangan sosial politik di era revolusi industri 4.0 yang tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga tantangan bagi masyarakat. Acara ini merupakan sebagai sarana berdiskusi dengan mempertemukan pembicara, civitas akademika, peneliti dan praktisi dari berbagai latar belakang ilmu dan institusi.

Yudi Efendi, S.S., M.A,. Ketua Panitia Konferensi Internasional Open Conference 2018 menyampaikan terdapat 60 makalah dari peneliti di berbagai institusi. Acara ini merupakan konferensi internasional pertama yang diselenggarakan oleh FHISIP dan harapannya dapat dilaksanakan setiap tahun. Kedepannya, semakin banyak peneliti yang berpartisipasi untuk menyampaikan dan berdiskusi bersama terkait penelitian yang dilakukan untuk memberikan manfaat yang nyata masyarakat. Dr. Sofjan Aripin, M.Si. Dekan FHISIP-UT berpesan memberikan gagasan yang konstruktif bagi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan inovasi produk yang bermanfaat luas dengan melihat potensi yang ada.

Acara ini resmi dibuka oleh Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph,D Rektor UT. Pada sambutannya, ia berpesan perlunya perhatian pada tataran sosial dan politik agar kebijakan dan aturan dapat mewadahi tantangan yang muncul pada Revolusi Industri 4.0. Acara dilanjut dengan diskusi panel yang melibatkan empat narasumber dari berbagai institusi dan bidang yaitu Peter Carey, Prof. Lim Lee Ching, Dr. Robertus Robet dan Rahmat Budiman, Ph. D yang dimoderatori oleh Muhammad Husni Arifin, Ph. D. Diskusi mengangkat isu yang muncul pada masyarakat terkait Revolusi Industri 4.0. Kemudian, materi Analyzing Data with Power BI disampaikan oleh Ari Aswin.

Para pemakalah mempresentasikan penelitiannya melalui sesi diskusi pararel di Gedung UTCC dan Gedung Serba Guna. Pada akhir acara diumumkan tiga pemakalah terbaik yaitu Jean A. Saludadez tentang The Affordances of Technology in Building the ASEAN Community Through Graduate Education, Susanti tentang Peran Kepemimpinan Pemerintah dalam Melaksanakan Inovasi Daerah Kabupaten Kupang di Era Revolusi Industri 4.0 dan Budi Sutrisno tentang Blockchain dan Cryptocurrency: Peran Teknologi Menuju Inklusi Keuangan?.