62 PTNU Menggandeng Universitas Terbuka Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Ajakan Menristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. kepada Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dibawah Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) untuk bergerak cepat dalam Era Revolusi Industri 4.0 disambut baik oleh Perguruan Tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama wilayah Jawa Barat.

Bertempat di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, 10 November 2018, 62 PTNU wilayah Jawa Barat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Terbuka (UT) dalam rangka Peningkatan Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0., serta berperan aktif dalam upaya peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK).

Dr. Suhendra Yusuf, MA, selaku Ketua LPTNU Jawa Barat dalam sambutannya mengingatkan bahwa PTNU Jawa Barat dibawah LPTNU Jawa Barat harus mampu menghadapi perkembangan teknologi, perubahan regulasi, yang sangat cepat. Dengan UT, PTNU Jabar tidak saja dapat belajar tentang penyelenggaraan pembelajaran dengan sistim Dalam Jaringan (Daring) tetapi juga melakukan efisiensi penyelenggaraan pembelajaran.

KH. Hasan Nuri Hidayatullah selaku Ketua PWNU Jabar menyatakan, beberapa perguruan tinggi di bawah naungan LPTNU masih belum settle, perlu dicari solusinya, dan pengembangannya ke depan. Bahwa persoalan-persoalan yang ada, bukanlah sesuatu yang tidak bisa dihadapi, bukan pula sesuatu yang berat untuk kita hadapi, karena perguruan tinggi menjadi seperti apa tergantung kepada bagaimana mengelolanya. Diperlukan kemauan yang tinggi untuk maju , dan menuju kearah yang lebih baik, segala yang dilakukan harus didasari dengan cinta. Dengan rasa cinta untuk mengelola, akan menjadi nikmat ketika melaksanakannya, dengan maksud yang dikelola akan menjadi lebih baik. Bekerja bersama UT adalah bagian dari mengawali semangat, kemauan, dan kecintaan untuk menjadikan PTNU lebih baik dengan inovasi-inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas mahasiswa.

Rektor UT Pof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menyampaikan bahwa kita dihadapkan pada era baru, terkait dengan kemajuan dalam bidang teknologi informasi yang berdampak pada proses pembelajaran yang sekarang dilakukan. Untuk menjawab tantangan jaman, kekurangan tenaga pengajar, infrastruktur yang sangat terbatas, serta peningkatan APK, skema yang sekarang berlangsung sudah tidak memungkinkan lagi. Pendidikan tinggi tidak saja harus memberikan ruang gerak yang lebih luas, namun juga mempunyai pilihan pendidikan fleksibel yang diberikan kepada seluruh anak bangsa untuk menempuh pendidikan tinggi yang lebih baik.

Disadari bahwa Revolusi Industri 4.0 tidak dapat dihindari, untuk itu diperlukan kerja sama dari seluruh penyelenggara pendidikan tinggi. Mencerdaskan kehidupan bangsa tidak lagi dapat dilakukan oleh satu institusi saja, tetapi harus bersama-sama. UT menyambut baik diberi kesempatan untuk berperan mendampingi Perguruan Tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama dalam rangka mengubah tradisi proses pembelajaran.