Peran Matematika Sains dan Teknologi dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Perubahan lingkungan yang terjadi saat ini menyebabkan lingkungan menjadi tidak sesuai untuk mendukung kehidupan manusia. Penurunan kualitas lingkungan hutan, air, dan udara sudah sangat terasa. Berbagai cara sudah ditempuh untuk mengembalikan ke”aslian” lingkungan, namun belum sepenuhnya berhasil. Kemudian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda internasional yang menjadi kelanjutan dari Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDGs). Satu jargon SDGs yakni “no one left behind” memperlihatkan bahwa selama ini masih ada masyarakat atau negara yang tertinggal.

Demi membahas masalah yang akan dihadapi sesuai problematika tersebut serta masih dalam rangkaian Dies Natalis UT ke-34, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Terbuka (FMIPA-UT) menggelar Seminar Nasional tahun 2018 bertajuk “”Peran Matematika Sains dan Teknologi dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)” pada Kamis, 4 Oktober 2018 yang menghadirkan 2 pembicara kunci yakni, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc serta Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K),

Selain pembicara kunci, Kegiatan yang berlangsung di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) ini dihadiri oleh para Wakil Rektor, Dekan masing-masing Fakultas, Dosen, Mahasiswa, Pemakalah, Mitra kerja UT serta para tamu undangan yang hadir sejak pagi hari. Disamping kegiatan seminar, FMIPA-UT melalui dosen juga turut memberikan partisipasi bersama dengan meluncurkan buku dengan judul yang sama sesuai tema seminar kali ini.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, M.A dalam sambutan mewakili Rektor UT memulai sambutan dengan mengajak para peserta untuk mendoakan para saudara yang terkena musiba bencana Gempa dan Tsunami di Palu, yang dimana UT juga menjadi bagian musibah tersebut melalui UPBJJ-UT Palu. Beliau berharap forum seminar nasional ini menjadi ajang yang sangat strategis untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktek baik dalam hal lingkungan, sosial dan ekonomi sesuai dengan tujuan dari Sustainable Development Goals SDGs yang telah dipaparkan. Dan juga mengharapkan partisipasi dari berbagai pihak untuk mendukung dan melaksanakan kegiatan ini bersama – sama dalam rangka untuk mewujudkan Indonesia “no one left behine

Kepala LIPI, Dr. Laksana Tri Handoko berkesempatan menjadi pembicara pertama pada sesi panel, dengan di moderatori Dosen FMIPA-UT, Dr. Hurip Pratomo, beliau memaparkan sebuah peran teknologi inovasi berbasis disruptif di era Industri 4.0. Menurutnya, Inovasi alamiah saat ini harus menyesuaikan dengan perkembangan era digital dan mampu bersaing dengan era start-up sekarang, termasuk menciptakan lingkungan ramah inovasi untuk mendorong “inno-preneurs” muda. Disisi lain, beliau juga mengajak civitas akademika UT termasuk dari FMIPA-UT, untuk melakukan penelitian dengan memanfaatkan fasilitas yang LIPI miliki.

Memasuki pembicara kedua, Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) menjelaskan materi seminar dengan judul “Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pencapaian Upaya Pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s)”. Beliau lebih banyak memapakan kondisi wilayah yang ia pimpin dengan berbagai macam inovasi di daerahnya demi memunculkan perkembangan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Kulon Progo. Sebagai contohnya, Ia menyebut produk “Bela Beli Kulon Progo” yang mengedepankan produk lokal menjadi tuan rumah di pasar domestik.

Dalam seminar ini juga terdapat pemakalah yang berhasil menjadi predikat terbaik, diantaranya Dede Firmansyah dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan judul makalah “Analisis Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga di Kabupaten/Kota se Provinsi Riau Tahun 2013-2017” kemudian Ignatius Danny Pattirajawane dari Unika Atmajaya dengan judul makalah “Metode Analisis Komponen Independen dan Penggunaannya pada Dekomposisi Sinyal Elektroensefalografi”.