Universitas Terbuka - UHO Teken MoU Tingkatkan Partisipasi Pendidikan Tinggi

Universitas Terbuka (UT) bersama Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari sepakat bekerjasama dan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) peningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi melalui pembelajaran jarak jauh dan online sekaligus peningkatan sumber daya manusia (SDM). MoU ini ditandatangani oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. dan Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad Zamrun S.Si., M.Si., M.Sc., di sela-sela acara wisuda UHO periode April – Agustus 2018 di Auditorium Mokodompit, Selasa (14/8/2018).

Universitas Terbuka - UHO Teken MoU. Foto oleh Humas UHO

Sebagai Universitas yang berpengalaman selama 34 tahun dalam menyelenggarakan Online Learning (pembelajaran online), UT diberikan tugas oleh Kemenristekdikti untuk dapat berbagi ilmu dengan Perguruan Tinggi (PT) di tanah air agar memiliki kapasitas penyelenggaraan berbasis online. “Penandatangan MoU ini merupakan komitmen dari UHO dan Universitas Terbuka untuk mensukseskan program Menristekdikti sekaligus meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan Online Learning,” kata Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Undang-Undang No 12 Tahun 2012 secara eksplisit menyebutkan bahwa sistem pendidikan jarak jauh dapat dilakukan dengan modus tunggal dan modus ganda. Pendidikan jarak jauh dan online learning bukan lagi sebagai pasar monopoli yang dikuasai oleh Universitas Terbuka, tapi akan menjadi program prioritas Kemenristekdikti agar dapat diimplementasikan di beberapa perguruan tinggi tatap muka.

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. dalam orasi ilmiahnya yang bertema “Peran Perguruan Tinggi di Era Revolusi Industri Generasi Keempat dengan Pengintegrasian Teknologi dalam Proses Pembelajaran”, mengatakan dunia pendidikan Indonesia saat ini dihadapkan pada era baru sejalan dengan hadirnya revolusi industri keempat yang menuntut lahirnya inovasi dan terobosan-terobosan baru dalam pengelolaan pendidikan. Penyelenggaraan pembelajaran yang selama ini berlangsung di ruang-ruang kuliah dirasakan sudah tidak memadai lagi dan harus digeser menuju interaksi akademik yang lebih efektif dan efisien.

Selanjutnya disampaikan bahwa ke depan, ada satu peristiwa penting yang akan dihadapi dunia pendidikan kita yaitu hadirnya perguruan tinggi asing di Indonesia serta akan lahirnya 400 perguruan tinggi yang akan menyelenggarakan pendidikan jarak jauh. Oleh karena itu, SDM kita perlu disiapkan dengan baik untuk menghadapi persaingan ke depan seperti yang diamanatkan dalam visi pendidikan. Dimana, sejarah perkembangan ekonomi banyak negara maju telah membuktikan tesis human investment (penanaman modal manusia) pentingnya peran kualitas SDM dalam pembangunan.

Terkait dengan kebijakan baru tersebut, maka sangat penting mengintegrasikan kemajuan yang dicapai dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk di UHO yang telah berperan sangat strategis dan menjadi insan yang berkualitas sehingga mampu dan produktif menjawab tantangan jaman selalu berubah.

Dengan adanya kerjasama ini, UHO ke depan tidak hanya bisa meningkatkan SDM di Sultra saja, tapi juga di daerah lain di Indonesia dan Universitas Terbuka siap untuk menjadi mitra UHO dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh dan online.