Universitas Terbuka Siap Menyongsong Perkembangan Teknologi

Lagu Gaudeamus Igitur yang dibawakan oleh paduan suara Gita Sutera, mengawali upacara wisuda Universitas Terbuka. Selasa, 3 Juli 2018 Universitas Terbuka (UT) kembali mewisuda mahasiswanya sebanyak 1.243 orang, di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) Jl. Cabe Raya Pondok Cabe, Ciputat, Tangerang Selatan 15418 Banten - Indonesia (UT Pusat). Dalam upacara wisuda Periode IV Wilayah 2 Tahun 2018 dan seiring dengan lagu tersebut Rektor Universitas Terbuka Prof. Drs. Ojat Darojat M.Bus, Ph.D., beserta jajarannya dan tamu undangan menempati tempat yang sudah disediakan. Hadir dalam upacara wisuda kali ini Bapak Jendral TNI (Purn.) Dr. Moeldoko S.IP. Beliau adalah Kepala Staf Ahli Kepresidenan Republik Indonesia, yang juga alumni mahasiswa UT. Bapak Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd., dan Ibu Dra. Rina Robiati anggota Dewan Pengawas UT dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI. Upacara wisuda dibuka oleh Rektor UT dengan tema “Tantangan Pendidikan Indonesia menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.”

Rektor UT Ojat Darojat pada Wisuda 3 Juli 2018 di UTCC

Dalam sambutannya menurut Ojat mengatakan, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi UT yang kini berusia 34 tahun, usia yang menandai kiprah UT dalam merajut nusa dan membangun bangsa melalui peningkatan akses ke pendidikan tinggi dan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Tema yang sangat relevan di tengah pesatnya perubahan kemasyarakatan yang dipicu oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Perubahan kemasyarakatan ini disebut oleh Klaus Schwab sebagai “The Fourth Industrial Revolution” atau yang lebih dikenal dengan “Revolusi Industri 4.0” yang bercirikan terutama adalah berkembangnya Internet of/for Things yang mendorong munculnya berbagai teknologi baru dalam data sains, kecerdasan buatan, robotik, cloud, teknologi nano, serta model-model bisnis baru yang mendisrupsi inovasi-inovasi sebelumnya (incumbents) sehingga memaksa adanya rekonstruksi terhadap sistem produksi, konsumsi, transportasi, dan pelayanan. Revolusi Industri 4.0 memaksa adanya pergeseran paradigma tentang bagaimana kita bekerja, berkomunikasi, berekspresi, memberikan informasi, dan bagaimana kita memperoleh hiburan atau kesenangan.

Pada upacara wisuda UT kali ini, Bapak Jendral TNI (Purn.) Dr. Moeldoko S.IP., memberikan orasi ilmiah dengan judul “Menjaga Kedaulatan Bangsa di Tengah Tantangan dan Peluang pada Revolusi Industri 4.0.” Dalam orasinya dia menyampaikan bahwa revolusi industri pertama di mana tenaga manusia digantikan oleh mesin-mesin industri seperti ban berjalan. Hal itu terjadi pada revolusi industri pada tahap-tahap berikutnya, hingga pada Revolusi Industri 4.0. Di era revolusi tersebut, adalah era industri kreatif dalam berbagai hal, seperti Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia. Dalam orasinya, pendidikan tinggi baru dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia, yang kini didominasi di pulau Jawa dan Sumatra. Banyak masyarakat daerah-daerah tertinggal dan terjauh yang belum mengenyam sekolah di perguruan tinggi. Universitas Terbuka hadir sebagai solusi untuk semua anak bangsa. Moto Jendral Moeldoko “Tantangan adalah kebutuhan dalam hidup”. Jend Moeldoko, merupakan lulusan S1 UT Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tahun 2002.

Penandatanganan Nota kesepahaman Universitas Terbuka (UT) dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) tentang penyelenggaraan peningkatan angka partisipasi mahasiswa untuk menunjang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di Provinsi Banten. Penandatanganan dilaksanakan oleh Rektor UNTIRTA Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd., dan Rektor UT. Dilanjutkan Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Wakil Rektor Bidang Kerja sama, Perencanaan dan Sistem Informasi UNTIRTA Prof. Dr. Ir. Kartina, AM., MP, dengan Kepala UPBJJ UT Serang Dr. Maman Rumanta, M.Si, yang disaksikan oleh Rektor UNTIRTA dan Rektor UT. Setelah penandatanganan, dilanjutkan dengan pertukaran cindera mata masing-masing universitas. Rektor UNTIRTA dalam sambutan singkat menyampaikan kerja sama ini dalam rangka melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi. Beliau berharap dengan kerja sama ini, maka semua lulusan SMA di Banten bisa sampai ke perguruan tinggi.