Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Tanggal 1 oktober, selalu diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai hari kesaktian Pancasila. Tanggal tersebut diperingati berkaitan dengan peristiwa gerakan 30 September yang dikenal dengan singkatan (G30S/PKI) yang terjadi 30 September 1965. Gerakan tersebut adalah gerakan yang akan merongrong ideology Pancasila pada bangsa Indonesia yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pancasila sebagai dasar ideology bangsa Indonesia, merupakan pengikat. Mengingat Indonesia secara geografi terdiri dari ribuan pulau yang masing-masing pulau didiami oleh berbagai RAS, suku, etnis, budaya, dan agama.

upacara_hari_kesaktian_pancasila

Upacara bendera memperingati hari Kesaktian Pancasila. Senin 2 Oktober 2017, Universitas Terbuka (UT) melakukan upacara. Upacara peringatan, dihadiri oleh karyawan, pimpinan, dan pejabat di Universitas Terbuka. Dekan Fakultas Ekonomi Drs. Moh. Muzamil, M.M. menjadi pembina upacara mewakili Rektor UT. Upacara dimulai kurang dari pukul 07.30 WIB, dan berlangsung dengan hikmat.

Pembina upacara dalam sambutannya menyampaikan Ikrar dari DPR Republik Indonesia yang berbunyi:

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya:

bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia;

bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara;

bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur Ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia;

maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nila-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini mengingatkan kepada kita, bangsa Indonesia agar waspada terhadap rongrongan ideologi. Hendaknya kita sebagai warga negara Indonesia harus selalu memegang teguh Pancasila sebagai dasar negara kita.