Manfaatkan Bonus Demografi Melalui Pemuda Maju, Mandiri, dan Profesional

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”, kutipan Bung Karno yang terkenal tersebut memang sering kali dikumandangkan pada hari-hari besar yang menyangkut peran pemuda terhadap kemajuan bangsanya. Ungkapan ini juga mengawali pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi yang disampaikan oleh Pembantu Rektor I UT Dr. Yuni Tri Hewindati saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda pagi ini, 28 Oktober 2016 di pelataran gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC). Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengambil tema “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”.

Pada pidato tersebut, Menteri juga membeberkan bagaimana pemuda Indonesia yang akhir-akhir ini telah mengukir tinta emasnya di kancah dunia, terutama di bidang olahraga. Ia juga menggambarkan bagaimana jika bonus demografi yang dimiliki Indonesia pada 2020 hingga 2035 dapat dimaksimalkan dengan meningkatkan kualitas pemuda-pemuda, maka Indonesia akan melesat menjadi negara maju, sejajar dengan negara besar lainnya.

Upacara Sumpah Pemuda 2016, penyematan Satyalancana Karya Satya kepada pegawai UT

“Sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci utama dari keberhasilan ini, dan UT memerankan peran yang sangat penting dalam meningkatkan SDM di level institusi pendidikan” ungkap Pembantu Rektor I UT menambahkan pidato Menteri tersebut. Ia menyampaikan bahwa UT mendukung dosen-dosen untuk menempuh pendidikan sampai jenjang yang tertinggi, tidak hanya di UT pusat tapi juga di UPBJJ (Unit Program Belajar Jarak Jauh) yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebelum menutup sambutan, ia menghimbau peserta upacara untuk memupuk semangat persatuan untuk dituangkan dalam keberagaman, sehingga apa yang dicita-citakan oleh pemuda pemudi tahun 1928 dapat diteruskan dalam bentuk menjaga keberagaman tersebut.

Memang sejak Kongres Pemuda tahun 1928, peringatan sumpah pemuda kali ini merupakan yang ke 88. Walau sudah hampir satu abad, semangat persatuan dan kesatuan pemuda Indonesia masih harus terus menerus diasah. Di sini, UT memiliki peranan penting untuk berkontribusi mempersatukan pemuda nusantara, mengingat mahasiswa UT yang notabene memang tersebar di seluruh pelosok negeri, dari berbagai macam suku dan etnis. Seperti wisuda rutin yang diadakan di UT pusat contohnya, ribuan pemuda dari berbagai macam suku hadir dan bersama-sama dikukuhkan sebagai lulusan UT.

Di upacara yang dimulai tepat pukul 8 ini, UT memilih sub-tema “Melalui Sumpah Pemuda, Kita Wujudkan Pemuda yang Maju, Mandiri, dan Profesional”. Ini memang sesuai dengan harapan UT sebagai institusi pendidikan dengan sistem terbuka dan jarak jauh yang mencetak pribadi mandiri, maju, dan profesional. Upacara yang diikuti oleh seluruh pegawai UT kantor pusat tersebut berlangsung khidmat hingga menjelang siang. Di dalam rangkaian upacara tersebut, Pembantu Rektor I juga berkesempatan menyematkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada pegawai UT yang telah mengabdikan hidupnya selama 10, 20, dan 30 tahun kepada negara.