UT Siap Menjawab Tantangan Bonus Demografi

Sebagai pelopor Perguruan Tinggi Negeri dengan sistem pembelajaran jarak jauh, UT dilihat lebih mapan dalam menghadapi permasalahan pemerataan pendidikan bagi masyarakat di Indonesia. Rektor UT, Prof. Ir. Tian Belawati M.Ed, Ph.D. diundang untuk ngobrol bareng dengan Menteri Ristekdikti yang diwakili Dirjen Kelembagaan IPTEK DIKTI, Ir.Patdono Suwigjno M.Eg.Sc.,Ph.D. bersama Mantan Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Prof. Richardus Eko Indrajit serta Direktur Pemasaran & Pengembangan Bisnis Tempo, Toriq Hadad.

Dipandu oleh moderator Tomy Aryanto, acara yang bertajuk ngobrol @tempo ini mengambil tema Memaksimalkan Peluang Bonus Demografi melalui Sistem Pembelajaran Jarak Jauh. Diskusi yang digelar di Gedung Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jakarta, Rabu, 25 Mei 2016 ini juga dihadiri oleh Perwakilan UT dan Alumni UT yang sangat antusias mengikuti diskusi tersebut.

ut siap menjawab tantangan bonus demografi

Pada kesempatan tersebut, Ir.Patdono Suwigjno M.Eg.Sc.,Ph.D mengatakan bahwa dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh haruslah ditunjang dari segi infrastruktur, mutu dari para tutor, dan kurikulum. Serta dengan sistem pembelajaran jarak jauh ini, Indonesia diharapkan bisa mencetak SDM berkualitas dan berdaya saing tinggi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan dapat memberi kemajuan bangsa, termasuk secara inheren berkontribusi kepada berkembangnya masyarakat madani. Rektor UT, Prof Tian Belawati kemudian menambahkan, di era Konvergensi, pendidikan jarak jauh melalui perkembangan teknologi dapat diterapkan dan dapat dimanfaatkan bagi masyarakat untuk pembelajaran jarak jauh. Dan dengan adanya keuntungan Bonus Demografi ini maka UT berkesempatan untuk menjawab tantangan tersebut dengan meningkatkan semua akses agar terciptanya masyarakat produktif melalui pendidikan.

Selain itu, Prof. Richardus Eko Indrajit yang juga pakar teknologi memaparkan bahwa UT memiliki semua fasilitas pembelajaran jarak jarak jauh yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya masyarakat yang berada di luar daerah tidaklah perlu untuk mengeyam pendidikan dengan datang ke dalam daerah yang banyak perguruan tinggi dan padat penduduk, namun cukup melalui Pendidikan jarak jauh, maka masyarakat dapat menikmati pendidikan dengan baik tanpa perlu meninggalkan daerah asalnya.

Dalam kalimat penutup diskusi tersebut, Ir. Patdono menjelaskan untuk meningkatkan akses pendidikan, maka pemerintah yakin bahwa pendidikan jarak jauh merupakan instrumen pendidikan yang sangat efektif.