Tentang PTJJ

Konsep dan Hakikat Pendidikan Jarak Jauh

Pendahuluan
Pengertian pendidikan jarak jauh (distance education) dinyatakan oleh berbagai kalangan dari berbagai sudut pandang secara beraneka ragamdengan cara yang beragam. Berbagai peristilahan telah menyemarakkan dan menambah dinamika sistem pendidikan jarak jauh, seperti pendidikan korespondensi (correspondence education), sekolah korespondensi (corespondence schools), pendidikan terbuka (open education), belajar terbuka (open learning), belajar melalui udara (education of the air), belajar elektronik (e-learning), pendidikan elektronik (e-education), belajar maya (virtual learning), dan lain lain. Apa pun istilah yang dipergunakan, pada dasarnya pendidikan jarak jauh merupakan suatu proses pendidikan tanpa pembatas dinding sekolah (education without walls).

Apa ituPengertian pendidikan Pendidikan jarak Jarak jauhJauh?

Apa itu pendidikan jarak jauh? Sistem pendidikan jarak jauh memiliki sejumlah karakteristik, yaitu:  (1) pemisahan pendidik dan peserta didik selama proses pembelajaran, (2) adanya institusi pendidikan yang mempunyai peran penting dalam perencanaan, pengembangan dan pendistribusian bahan pembelajaran (bahan belajar atau bahan pembelajaran ya?), serta penyelenggaraan layanan operasional, (3) penggunaan berbagai macam media pembelajaran, (4) tersedianya komunikasi dua arah yang tak langsung, yaitu melalui media, (5) terbatasnya frekuensi pembelajaran kelas tatap muka atau kelompok, (6) adanya semacam bentuk industrialisasi pendidikan, dan (7) individualisasi proses pembelajaran. Dengan demikian, sistem pendidikan jarak jauh terselenggara karena dilandasi tiga prinsip teoritis yang harus dipenuhi secara konsisten, yaitu: (1) otonomi dan kemandirian belajar peserta didik, (2) industrialisasi pengembangan, pengadaan dan pendistribusian bahan pembelajaran, dan (3) interaksi dan komunikasi melalui media. Otonomi belajar dan kemandirian belajar menekankan peran peserta didik untuk belajar secara mandiri, sehingga peran pendidik dan institusi pendidikan adalah memberikan/menyediakan fasilitasi yang memungkinkan peserta didik menghayati proses belajar yang sesuai dengan gaya dan kebutuhannya. Dengan demikian secara prinsip, value added dari proses pendidikan terletak pada proses belajar mandiri yang dilakukan oleh peserta didik dengan memanfaatkan sumber belajar dan layanan bantuan belajar yang disediakan oleh institusi penyelenggara pendidikan.
Setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama dalam belajar, dan tidak seorang pun  kehilangan kesempatan karena alasan seperti letak geografis, kesehatan, pekerjaan, dan sebagainya. Tugas utama  institusi dan pendidik adalah menyediakan suasana yang kondusif bagi mahasiswa peserta didik untuk belajar secara mandiri dan memungkinkan mahasiswa setiap peserta didik memiliki akses pada berbagai macam media dan sumber belajar.
Proses pembelajaran melibatkan interaksi dan komunikasi, yaitu peserta didik melakukan kontak yang menimbulkan reaksi dan respons orang lain. Bagi peserta didik, interaksi mencakup aktivitas belajar seperti mengkaji bahan belajar, mendengarkan siaran radio atau audiokaset, mengikuti siaran televisi, menggunakan komputer, mengerjakan latihan mandiri di rumah, dan sebagainya. Bagi penyelenggara pendidikan jarak jauh, interaksi mencakup hal-halbeberapa hal, siantaranya seperti memberikan menyediakan layanan bantuan belajar, bimbingan, tutorial, konseling, menghubungi mahasiswapeserta didik, menyampaikan materi pelajaran pembelajaran menggunakan media dan sarana telekomunikasi., dan sebagainya. Pendidikan jarak jauh merupakan suatu  sistem pembelajaran alamiah yang melibatkan komunikasi dua arah melalui media antara dosen dan mahasiswapendidik dan peserta didik, bilamana terdapat suatu jarak yang memisahkan mereka. Komunikasi dua arah ini sekali-sekali dapat dilakukan secara tatap muka disamping pada umumnya dilakukan maupun melalui media komunikasi, dan bertujuan membantu mahasiswa peserta didik dalam proses pembelajaran.
Pendidikan jarak jauh memiliki persamaan yang mendasar dengan struktur manajemen industri dalam hal rasionalisasi, pembagian kerja, lini perakitan, produksi massa, persiapan kerja, perubahan, berorientasi pada tujuan, konsentrasi dan sentralisasi. Pendidikan jarak jauh merupakan metode rasional dalam menyediakan ilmu pengetahuan sebagai akibat dari penerapan prinsip-prinsip industri dan penggunaan teknologi. Pendidikan jarak jauh memungkinkan partisipasi peserta didik dalam jumlah besar secara serentak tanpa dihambat oleh tempat tinggal, pekerjaan, usia dan jenis kelamin sebagainya. Sebagai suatu bentuk industri pembelajaran, pendidikan jarak jauh secara struktural berbeda dengan pendidikan tatap muka. Teknologi dan perencanaan pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan pendidikan jarak jauh.

Alasan Perlunya Pendidikan jarak Jarak jauh Jauh?

Hakikat pendidikan jarak jauh menghendaki terlaksananya proses belajar mahasiswa secara mandiri, tidak ada kampus fisik, penyediaan pembelajaran dalam bentuk media oleh penyelenggara pendidikan, dan pemberian layanan bantuan belajar. Pendidikan jarak jauh  mencerminkan praktek pendidikan seperti berikut

  1. Mahasiswa Peserta didik belajar secara mandiri melalui berbagai media komunikasi dalam skala luas serta berjarak jauh dari pengelola pendidikan. Pendidikan jarak jauh jelas berbeda dengan pendidikan tatap muka, karena mahasiswa jarak jauh tidak perlu datang ke kampus untuk mengikuti proses pembelajaran atau perkuliahanDalam pendidikan jarak jauh, peserta didik tidak harus datang ke kampus untuk mengikuti kegiatan pembelajaran secara bersamaan. Mereka dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara mandiri dengan inisiatifnya sendiri.. Implikasi bagi mahasiswa peserta didik adalah kesiapan, kesediaan dan motivasi untuk belajar secara mandiri sebagai bagian dari proses pembelajaran yang diberikan melalui berbagai media. Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus karena memang pengelola pendidikan jarak jauh tidak  menyediakannya.
  2. Pendidikan tinggi jarak jauh tidak memerlukan bangunan kampus untuk perkuliahan tatap muka sebagaimana perguruan tinggi konvensional. Mahasiswa Peserta didik pada umumnya tidak perlu melakukan kegiatan belajar di kampus. Tutorial tatap muka atau belajar secara kelompok dapat dilakukan sesuai kebutuhan mahasiswa, namun dalam frekuensi yang sangat terbatas, agar tidak berubah menjadi perkuliahan kegiatan pembelajaran tatap muka biasa.
  3. Pengelola pendidikan menyediakan materi pembelajaran dalam bentuk media cetak dan non cetak seperti:, audio (program radio, kaset, cd) dan  visual (program televise, VCD, maupun siaran interaktif) serta media komunikasi dan informasi berbasis komputer seperti Internet. Mahasiswa Dengan cara ini peserta didik  diharapkan mampu untuk melakukan kegiatan belajar secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai media tersebut.
  4. Institusi pendidikan jarak jauh menyediakan layanan bantuan belajar seperti tutorial dengan tujuan sebagai berikut. Pertama,: membantu mahasiswa peserta didik dalam berbagai kegiatan yang tidak memungkinkan bila dilakukan sendiri oleh peserta didik, siantaranya adalah kegaitan  praktikum,  praktek praktik mengajar, atau kegiatan praktek praktik lainnya yang dipersyaratkan oleh mata kuliah tertentu. Dalah ha demikian, kegiatan, sehingga tutorial merupakan kegiatan yang wajib bagi peserta didik yang mengambil mata kuliah tersebut.diikuti untuk matakuliah tertentu. Selain itu, kegiatan tutorial juga untuk Kedua, membantu mahasiswa yang belum mampu belajar mandiri secara penuh.

Peserta program pendidikan jarak jauh

Peserta program pendidikan tinggi jarak jauh adalah mereka yang memiliki kriteria sebagai berikut.

  1. Orang yang mampu belajar mandiri secara individual serta belajar secaramaupun kelompok tanpa bantuan langsung dari dosenpendidik. Bila mereka membutuhkan bantuan tutorial tatap muka, maka tutorial tersebut diberikan seminimal mungkin.
  2. Orang yang punya memiliki akses pada media komunikasi  untuk mempelajari bahan ajar. , meliputi aAkses tersebut antara lain untuk membaca buku, akses untuk menggunakan bahan belajar yang berbentuk audio visual, CD-Rom, serta akses terhadap media komunikasi termasukuntuk tersambung dengan jaringan Iinternet, terutama untuk bahan ajar yang diluncurkan melaluikhususnya untuk mengakses e-learning.

Implikasi Penerapan Sistem Pendidikan Jarak Jauh

Dengan mengacu pada hakikat dan definisi pendidikan jarak jauh tersebut di atas, beberapa hal berikut inimaka penerapan sistem pendidikan jarak jauh perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh dalam penerapanmemeperhatikan: sistem pendidikan jarak jauh.

  1. Kebutuhan mahasiswa peserta didik akan bantuan-bantuan bimbingan dosen belajar namun tidak secara penuh secara tatap muka dalam frekuensi sering atau dalam skala besar tidak dapat dipenuhi, karena hal ini bertentangan dengan prinsip dan hakikat pendidikan jarak jauh.
  2. Dalam sistem pendidikan jarak jauh, kKebutuhan sosialisasi diantara mahasiswa untuk dapat bertemu secara tatap muka tidak sepenuhnya dapat  terlaksana dengan mudah. Pendidikan jarak jauh diperuntukkan bagi mereka yang mampu belajar secara mandiri dan individual dengan bantuan bimbingan tutorbelajar yang minimal.
  3. Peserta pendidikan jarak jauh disyaratkan untuksebaiknya memiliki akses terhadap media komunikasi dan siap mengikuti proses belajar mandiri. Menjadi peserta pendidikan jarak jauh memerlukan daya juang serta kesabaran yang tinggi untuk menyelesaikan program pendidikan jarak jauh.

Nilai Tambah Sistem Pendidikan Jarak Jauh

Ada nilai tambah yang diberikan sistem pendidikan jarak jauh , dan hal ini tidak dapat dilakukan oleh pendidikan tatap mukayaitu sebagai berikut.

  1. Daya jangkau. Sistem pendidikan jarak jauh dapat menjangkau warga belajar tanpa mengenal batas geografi, demografi, kemampuan sosial ekonomi, budaya, serta menghilangkan keterbatasan peserta didik karena fleksibilitas dan keterbukaan yang diberikan sistem pendidikan jarak jauh.
  2. Pemerataan kesempatan pendidikan. Sistem pendidikan jarak jauh mampu memperluas dapat dilaksanakan secara luas dan memberikan kesempatan luas kepada warga belajarpeserta didik untuk menempuh pendidikan tanpa dibatasi berbagai kendala sebagaimana telah disebutkan di atas.
  3. Akses pada pendidikan tinggi berkualitas. Sistem pendidikan jarak jauh memberikan akses secara luas kepada warga negara dalam jumlah yang besar  dan merata dan menjangkau wilayah yang sangat luas, nasional dan internasional, untuk menempuh pendidikan dengan standar kualitas tinggi yang sama bagi setiap warga belajarpeserta didik.
  4. Arahan diri dalam belajar (self-directed learning). Sistem pendidikan jarak jauh mendorong dan memberi keleluasaan bagi warga belajar untuk belajar  mengarahkan  diri sendiri (self-directed learning) sesuai dengan kondisi atau keadaan yang dialami masing-masing warga belajarmasing-masing peserta didik.

Membandingkan sistem pendidikan jarak jauh dan tatap muka (bagian ini perlu ngga sih? Menurus saya, kita tidak perlu membandingkan pendidikan jarak jauh dengan yang tatap muka deh)

Sistem pendidikan jarak jauh dan  pendidikan tatap muka memiliki fundasi filosofi, prinsip dasar dan tujuan mulia yang sama, yaitu mengembangkan potensi manusia setinggi-tingginya agar menjadi makhluk yang mampu terus belajar,  mampu menjalani hidupnya, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Hal ini sejalan pula dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Dasar 1945. Namun demikian dalam sistem operasional penyelenggaraan dan metode yang digunakan, sistem pendidikan jarak jauh berbeda dengan sistem pendidikan tatap muka. Beberapa persamaan dan perbedaan kedua sistem tersebut dapat digambarkan secara ringkas dalam Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1. Perbandingan pendidikan tatap muka dan pendidikan jarak jauh

No Komponen/Standar Pendidikan  Tatap Muka Pendidikan  Jarak Jauh
    Visi, misi tujuan, sasaran, dan strategi pencapaian Sama, mempunyai tujuan akhir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Sama, mempunyai tujuan akhir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan penekanan pada pemerataan kesempatan belajar kepada warganegara yang tidak dapat mengakses sistem pendididikan tatap muka konvensional (to reach the unreached)
      Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu
      a. Tata pamong
      • Institusi dengan pengaturan perkuliahan dalam budaya akademik yang kuat
      • Adanya Kampus secara fisik tempat terjadinya aktivitas pembelajaran
      • Sama dalam hal penerapan good and corporate governance.
      • Institusi akademik dengan penekanan yang kuat pada sistem pengelolaan/manajemen aktivitas pembelajaran seperti pada manajemen industri
      • Kantor Pusat dan melibatkan jaringan internal Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) di tiap Propinsi
      • Sama dalam hal penerapan good and corporate governance.
      b. Kepemimpinan
      • Kepemimpinan kekolegaan (Rektorat bersama Fakultas dan Senat)
      • Kepemimpinan kekolegaan (Rektorat bersama Fakultas dan Senat), ditambah regional offices (UPBJJ) dalam penyelenggaraan operasional di daerah
      c. Sistem pengelolaan
      • Tersentralisasi di satu Kampus dan Kantor
      • Tersentralisasi dalam perencanaan dan pengendalian di Kantor Pusat, terdesentralisasi dalam kegiatan operasional di UPBJJ
      d. Penjaminan mutu
      • Sistem penjaminan mutu yang cenderung berfokus pada aspek akademik
      • Sistem penjaminan mutu yang menyeluruh, meliputi aspek akademik, pengelolaan, dan layanan
        Mahasiswa dan lulusan
        • Mahasiswa baru lulus SMA yang belajar penuh waktu
        • Mahasiswa terkonsentrasi dan belajar di kampus
        • Lulusan pada umumnya terkonsentrasi di kota besar dan kota kabupaten
        • Mahasiswa umumnya orang dewasa, sudah bekerja, dan belajar paruh waktu
        • Mahasiswa tersebar luas dan belajar secara mandiri di rumah masing-masing, belajar bersama kelompok belajar, mengikuti tutorial kelompok di lokasi tertentu, belajar dengan bantuan akses internet, dan memanfaatkan sumber belajar yang lain.
        • Lulusan (misalnya: para guru SD) tersebar di seluruh wilayah tanah air, sampai ke tingkat Desa dan  Kecamatan.
          Sumber daya manusia
          • Memiliki SDM sendiri dan terkonsentrasi di Kampus
          • Memiliki SDM sendiri secara terbatas sebagai pengembang program, pengelola, perencana dan pengendali mutu
          • Melibatkan SDM dari institusi mitra dalam jumlah besar dan tersebar di seluruh tanah air sebagai pengembang kurikulum, penulis bahan ajar, penulis soal, tutor, pembimbing, pengelola di daerah
            Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik
            a. Kurikulum
            • Sama, kurikulum berbasis kompetensi, mengacu standar nasional
            • Sama, kurikulum berbasis kompetensi, mengacu standar nasional
            b. Pembelajaran
            • Pembelajaran kelas tatap muka dengan dosen sebagai penggerak, pengarah, dan sumber belajar utama, dan didukung dengan sumber belajar lainnya yang ada di Kampus
            • Pembelajaran jarak jauh, dengan bahan ajar cetak terstruktur sebagai pengganti dosen, dan didukung dengan sumber belajar lainnya yang disediakan melalui berbagai media yang memfasilitasi proses belajar jarak jauh
            • Berbagai bentuk bantuan belajar melalui media (tutorial online, latihan mandiri online, bahan ajar berbasis web, konseling online, program televisi dan radio, CD-ROM, kaset audio, bahan suplemen cetak dan noncetak), dan tatap muka (tutorial tatap muka, bimbingan praktek dan praktikum, bimbingan tesis residensial)
            c. Suasana akademik
            • Suasana akademik terkonsentrasi di kampus
            • Suasana akademik tersebar, baik melalui media dan secara  tatap muka, sesuai desain pembelajaran jarak jauh: di rumah warga belajar dalam proses belajar mandiri, dalam kelompok belajar mahasiswa, di lokasi tutorial, di lokasi bimbingan praktek dan praktikum, di lokasi orientasi mahasiswa di UPBJJ, dalam proses bimbingan tesis, secara online melalui internet, dalam proses belajar melalui berbagai media (radio, televisi, audiokaset, CD-ROM)
              Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi
              a. Pembiayaan
              • Dana pemerintah dan masyarakat
              • Sebagian besar dana masyarakat (90%) dan sebagian kecil dana pemerintah (10%)
              • Karena karakteristiknya, pembiayaan dapat efisien setelah mencapai economies of scale
              b. Sarana dan prasarana
              • Sarana dan prasarana terkonsentrasi di kampus dan umumnya dimiliki sendiri
              • Sarana dan prasarana tersebar luas dan mudah dijangkau warga belajar di lokasi masing-masing, dan melibatkan kemitraan dengan banyak pihak penyedia sarana dan prasarana untuk tutorial, ujian, praktek dan praktikum.
              c. Sistem informasi
              • Sistem informasi di Kampus
              • Sistem informasi dikendalikan di Kantor Pusat, dengan masukan dari UPBJJ di tiap wilayah
              1. 7.
              Penelitian dan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama
              a. Penelitian
              • Fokus pada penelitian bidang ilmu
              • Fokus pada penelitian penelitian kelembagaan dan pengembangan sistem, serta penelitian bidang ilmu untuk memperkaya materi bahan ajar
              b. Pelayanan masyarakat
              • Pelayanan masyarakat menjangkau sekitar kampus
              • Pelayanan masyarakat dapat menjangkau seluruh tanah air
              c. Kerjasama
              • Kerjasama dengan mitra sekitar kampus dan mitra daerah secara selektif
              • Kerjasama dengan mitra di seluruh tanah air secara merata

              Share this post

              Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn