Iffa Trikorina sedang menyanyi

Berbekal pengalaman Juara Pertama Lomba Bintang Radio RRI se-provinsi Kalimantan Barat pada tahun 1983, Iffa Trikorina tampil dengan lantunan suara emas dalam irama yang berbalut keroncong pada lomba DISPORSENI UT Wilayah Tengah dengan penuh percaya diri sehingga mampu menyandang Juara pertama pada lomba Nyanyi dalam kejuaraan tersebut.

Iffa Trikorina, kelahiran 1963, bukan hanya hobi menyanyi, tetapi juga punya kemampuan besar dalam seni olah suara itu. Dengan kemampuannya itulah, ia pernah menembus ketatnya kompetisi Bintang Radio dan Televisi tingkat remaja, pada 1983. Namun, Iffa tidak berminat melanjutkan karirnya di bidang tarik suara. Kecintaannya pada dunia anak-anak, membawanya pada pilihan untuk menjadi guru Taman Kanak-kanak (TK), di Pontianak, Kalimantan Barat. Sebagai guru TK, tentu saja Iffa masih bisa memanfaatkan suara emasnya, untuk membangkitkan semangat anak didiknya dalam bernyanyi.

Kendati sudah memiliki jam terbang yang cukup lama dalam mengajar anak-anak usia TK, Iffa merasa harus selalu menambah wawasan dan pengetahuan baru. ”Sebab, tantangan yang saya hadapi pun terus berkembang,” ujarnya, ”Tidak mungkin kita bertahan dengan materi dan cara mengajar lama, untuk anak-anak sekarang, apalagi yang akan datang”.

Untuk menambah pengetahuannya, Iffa rajin membaca berbagai buku dan berbagai sumber pengetahuan lainnya. ”Di samping menyanyi, kebetulan saya juga sangat suka membaca,” akunya. Namun, suatu ketika, Iffa merasakan hanya dengan membaca berbagai literatur saja, masih belum cukup. ”Selain menambah pengetahuan, saya juga ingin meningkatkan kompetensi secara terukur dalam mendidik anak-anak usia TK,” ucapnya.

Karena itu, Iffa sangat ingin melanjutkan sekolah ke tingkat sarjana penuh atau S-1. Tapi, keingingan itu sulit diwujudkan, karena terhambat oleh sejumlah keterbatasan. ”Tidak mungkin saya kuliah lagi, jika harus meninggalkan pekerjaan,” ujar penyuka warna biru itu.

Iffa merasa sangat beruntung, ketika seorang temannya menyarankan agar ia mendaftar di Universitas Terbuka (UT). Terlebih, UT adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN), yang kualitas pendidikannya tidak kalah dengan PTN lain. Pada 2008, Iffa pun mendaftar di UT sebagai mahasiswa S-1, mengambil Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Setelah satu setengah tahun menjadi mahasiswa UT, Iffa mengaku benar-benar merasakan bukti tingginya kualitas proses belajar di UT. ”Materi bahan ajar sangat bagus, Tutornya juga sangat berkompeten,” ungkapnya, ”Saya puas dengan seluruh pelayanan yang diberikan UT.” Rasa percaya diri, atau pe-de, Iffa sebagai mahasiswa UT makin tinggi, setelah melihat langsung gedung UT di Jakarta, yang berada dalam satu kawasan luas, dengan fasilitas lengkap. (Humas)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn