PRO DAN KONTRA TERHADAP GLOBALISASI

Mengenai globalisasi, ada berbagai pro dan kontra terhadap globalisasi ini, mereka tampil dengan pandangan dan argumentasi yang berbeda. Menurut pihak yang kontra pada umumnya berpendapat, bahwa betul sejumlah kemajuan yang dicapai dengan kekuasaan globalisasi, serta dunia yang kuantitas, telah mengubah pola kehidupan dunia yang secara umum dunia telah mencapai kemajuan yang tinggi dan meuju pada keadaan gemah ripah loh jinawi. Sejumlah karakter globalisasi akan mengancam kedudukan Negara mereka dan sejumlah lainnya melihat globalisasi sebagai intuisi atau campur tangan dari pihak luar terhadap nilai budaya dalam negri mereka, namun ada juga Negara yang curiga bahwa globalisasi adalah akal-akalan atau agenda yang terselubung yaitu Amerika untuk memperkuat imperialisme ekonomi

Sejumlah pengamat menyebutkan adanya gejala yang negatif akibat meningkatnya jumlah produksi masal dan volume perdagangan yang besar yang meluas ke seluruh penjuru dunia, yaitu menurunnya nilai baca yang menunjukkan bahwa dunia lebih tertarik pada internasional perorangan, sebaliknya tidak tertarik untuk memperomosikan sentifisitas terhadap kepentingan orang lain, mereka jadi tidak perduli untuk melindungi keselamatan dan keduniaan di planet kecil yang luas "dunia" dimana kita hidup saat ini.

Bagi pihak yang pro terhadap globalisasi menilai bahwa kekhawatiran pihak yang kontra terhadap globalisasi seperti dikemukakan di atas terlalu dibesar-besarkan, mereka yakin, bagaimanapun suatu saat betapapun telah terjadi "Inqualities" (ketidakadilan) dan "disadvantages" (kemudhorotan) perlahan-lahan akan sirna, mereka berpendapat bahwa pada waktunya nanti akan muncul tekad dan kemampuan untuk menyiapkan diri yang terbaik dalam menangkis dampak negatif globalisasi.

Terlepas dari pihak yang pro dan kontra terhadap globalisasi, suka atau tidak suka globalisasi merupakan suatu proses yang tidak dapat dielakkan. Suka atau tidak suka semua Negara semakin lama terikat oleh sIstem ekonomi global. AFTA (Asean Free Trade Area) merupakan contoh, siap atau tidak siap tidak ada lagi alasan dan juga tidak ada lagi jalan tikus bagi Indonesia untuk menghindarkan diri dari AFTA.

Memang globalisasi dapat menjadi pedang bermata dua. Disatu sisi globalisasi merupakan kendaraan yang berfungsi besar bagi kemajuan ekonomi dan teknologi untuk meredam konflik internasioinal. Globalisasi merupakan mesin yang efektif bagi evolusi ekonomi yang damai bagi integrasi masyarakat dunia.

Disisi lain globalisasi dapat menjadi sebaliknya, yaitu dapat mengancam kemerdekaan dan nilai sosial budaya suatu bangsa jika menggunakan kacamata konsep luar. Walaupun begitu, ancaman yang mungkin muncul itu sesungguhnya dapat diimbangi dengan faedah jika kita menerapkan aturan umum yang sesuai dengan tatanan masyarakat globalisasi.