MAKNA DAN DINAMIKA DESENTRALISASI

Dalam konsep globalisasi, desentralisasi merupakan suatu konsekuensi. Seperti dikatakan di muka kehadiran globalisasi mengakibatkan peran pemerintahan sentral beralih, bahkan cenderung berkurang. Sebaliknya peran individu untuk bersaing dan bekerja sama menjadi sangat tinggi baik dalam pandangan pergaulan bilateral, regional, dan internasional.

Daya tahan suatu bangsa secara politis, ekonomi, keuangan, pendidikan dan kebudayaan tidak dapat lagi sepenuhnya mengandalkan pemerintah, justru Pemerintah pusat bukan lagi satu-satunya aktor yang mampu mengurus seluruh kehidupan rakyat.

Oleh karena itu, pemberdayaan pada tingkat lokal menjadi semcam kekerasan untuk menghindarkan dampak negatif globalisasi. Kreatifitas dan inovasi menjadi perangkat karakteristik individu dan berbagai yang dipercaya dapat disimpulkan secara efektif memakai sistim desentralisasi.

Tampaknya ada kecenderungan kebingungan semantik dalam mengoprasionalkan makna desentralisasi. Ada kesan desentralisasi diartikan dengan otonomi yang bermakna kebebasan penuh untuk mengurus sendiri tanpa boleh dicampuri oleh pihak lain. Desentralisasi, dengan tafsiran seperti ini, lebih cenderung bermuatan makna "independence" dan "freedom".

Namun perlu diingat, beberapa dekade sebelum dunia memasuki millennium kedua makin lama makin banyak negara yang menyadari bahwa dua istilah "independence" dan "freedom" perlu didefinisikan. Banyak negara kemudian menyadari bahwa "inter independence" jauh lebih berfaedah daripada independence sebuah bangsa (juga daerah) lainnya dapat menikmati kemerdekaannya, jika mereka mengikuti standar internasional (baca juga nasional) dan bahkan standar yang mereka ciptakan sendiri demi mengamankan kepentingan, kekuasaan, keuntungan mereka dan kelompok mereka sendiri.

Semakin disadari juga bahwa indenpendensi memilih nilai nasional dan lokal lebih tinggi daripada indenpendensi murni. Faedah sinerjik terbesar akan diperoleh jika dipikirkan oleh banyak pihak dan digelar bersama untuk memecahkan masalah para individu dan warga daerah perlu bekerja sama oleh sebuah tim terpadu, sehingga rencana kegiatan, masalah sebesar apapun dapat di selesaikan secara lebih efektif.

Melalui prinsip interdependensi, maka arah komplementinitas dapat diterapkan.. Asas komplementuinitas membuka peluang untuk saling isi mengisi. Pihak yang mempunyai keunggulan dalam aspek tertentu dapat mendukung pihak lain yang lemah dalam aspek tersebut. Setiap daerah mempunyai SWOT (Strength Weaknesses, Opportunity, dan Threat) masing-masing yang jika dipetakan dengan baik akan terjadi komplentaintas dan kekuatan sinerjik yang luar biasa. Kunci kearifan dan kekuatan interpendensi justru terletak pada kata kkunci " Komplementanitas". Saling isi mengisi, saling lengkap melengkapi, slaing berbagi kekuatan, saling mengatasi kelemahan serta bekerja sama menghadapi ancaman baik yang muncul dari dalam maupun yang masuk dari luar.

Sebaliknya jika kita daerah dan negara mengisolasi diri, apalagi mengisolasikan pihak lain akan menciptakan iklim yang tidak kondusif dalam mencapai sesuatu tujuan. Potensi untuk munculnya konflik dan bahkan bentuk fisik dan bersenjata dapat muncul jika individu, masyarakat, pemerintah dan negara gagal dalam menangkal satu sama lain.

Globalisasi desentralisasi sangat cocok dalam konteks masyarakat dan negara yang beragam multikultural, globalisasi dan desentralisasi memancang keberagaman dan perbedaan sebagai potensi dan kekuasaan yang luar biasa. Kekuatan yang bukan hanya diperlukan untuk mencapai tujuan bersama, tentu juga diperlukan untuk mewujudkan tujuan khusus bagi individu dua kelompok.. Merangkul bukan mengisolasi, "to engage not to isolate" inklusif, bukan ekslusif, merupakan moto yang sangat jelas dalam era globalisasi. Globalisasi dan desentralisasi, juga membantu dalam merealisasikan tujuan nasional seperti kehendak untuk membangun Negara yang damai, stabil dengan ekonomi yang berkembang dan masyarakat yang berkemakmuran, lapangan kerja yang mencukupi dan mampu mengangkat rakyatnya dari kemiskinan. Bukankah, seperti apapun perbedaan dalam sistim politik, sosial, dan budaya. Semua warga dan Pemerintah menginginkan agar tujuan nasional seperti dicantumkan di atas tercapai.