Sumber gambar: http://home.woh.rr.com/millimanfamily/blog/hello/1235703/1024/pig-2005.07.23-18.23.02.jpg

 

Jenis babi

 

Ternak babi sebenarnya tidak termasuk ternak besar maupun ternak kecil. Dalam klasifikasi peternakan biasanya merupakan golongan tersendiri. Babi mempunyai kedudukan yang unik di Indonesia. Daging babi diharamkan oleh umat Islam, namun mempunyai makna ritual pada agama lain.

 

Ternak babi mempunyai arti ekonomi yang penting di beberapa daerah di Indonesia. Di samping dagingnya dikonsumsi oleh sebagian masyarakat Indonesia, ternak babi juga mempunyai arti ekspor dan bidang usaha yang penting.

 

Babi Bali

 

Ternak babi Bali hampir merata ada di pulau Bali, kecuali di daerah utara yang  penduduknya banyak beragama Islam. Umumnya sebagai ternak keluarga, dan pemeliharaannya secara lepas, tidak dikandangkan, pakan seadanya, mirip seperti memelihara ayam kampung. Dengan pemeliharaan demikian maka tidak mengherankan jika infeksi cacing pita lebih sering terjadi pada daging babi dan juga pada penduduk. Untuk pencegahannya usaha perbaikan terus digalakkan baik dengan kebersihan maupun dengan cara memasak dagingnya.

 

Badan babi Bali kecil, kaki pendek, punggung melengkung ke bawah, dan perut menggantung hampir menyentuh tanah. Kulitnya kasar berlipat-lipat, bulunya jarang, warna kulit abu-abu dan belang hitam-putih. Berat badan yang jantan adalah 40-60 kg dan yang betina 30-50 kg/ekor, sedangkan umur mulai dewasa adalah 6 bulan. Daging babi Bali biasanya hanya untuk konsumsi lokal.

 

Babi Peranakan

 

Babi peranakan kadang-kadang disebut  dari nama daerahnya yaitu babi Jawa atau juga disebut daging babi Tangerang atau babi Karawang. Asal mulanya diternakkan oleh keluarga turunan Cina. Sampai sekarang juga umumnya masih diternakkan oleh keluarga Cina, namun di beberapa daerah sudah banyak dipelihara oleh keluarga Indonesia lainnya.

 

Babi peranakan, berpostur pendek gemuk, punggung agak cekung (melengkung ke bawah), tubuh dan moncongnya panjang. Bulu agak banyak, warna kulit putih atau belang hitam. Berat badan yang jantan 60 kg dan yang betina 50 kg/ekor. Umur mulai dewasa adalah 6 bulan.

 

Babi Sumatra

 

Babi Sumatra terdapat di Tapanuli dan di pulau Nias. Ia merupakan domestikasi dari babi hutan oleh penduduk setempat. Cara pemeliharaannya mirip seperti di Bali, yaitu tanpa kandang khusus dan pakan seadanya.

 

Babi Sumatra pada umumnya hampir mirip dengan babi Bali di mana mempunyai badan yang kecil dan kulitnya kasar. Pada yang jantan, bahunya tegap berbulu lebat kasar di daerah leher, mirip babi hutan. Warna kulit hitam abu-abu.

 

Babi Irian tersebar lebih merata di seluruh pulau Irian, sebagai ternak utama di Irian Jaya. Babi Irian pemeliharaannya lebih intensif karena merupakan harta kebanggaan dan simbol martabat bagi masyarakat setempat. Keragaan tubuhnya lebih mulus daripada babi  Bali, kulitnya lebih halus.

 

 

MATERI PENGAYAAN

 

- SNI 01-2734-1992 tentang Ternak Babi Siap Potong

- SNI 01-2740-1992 tentang Standar Kulit Babi mentah Basah