METODE PENYULUHAN MELALUI MEDIA TELEVISI

Perkembangan teknologi dewasa ini turut menambah wawasan penyuluh dalam memanfaatkan teknologi tersebut untuk kegiatan penyampaian pesan-pesan penyuluhan.  Salah satu media yang cukup efektif untuk menyampaikan pesan pada masyarakat luas adalah media televisi. Dengan demikian, topik ini menyajikan tentang metode penyuluhan pertanian bagaimana media televisi dapat digunakan sebagai penunjang metode penyuluhan pertanian.  Sub-sub topik yang disajikan antara lain:

1.      Keunggulan penggunaan media televisi dalam penyuluhan pertanian

2.      Bentuk-bentuk  Siaran Televisi

3.      Mempersiapkan paket  penyuluhan

4.      Tindak lanjut penyuluhan pasca siaran

 

Keunggulan Penggunaan Media Televisi dalam Penyuluhan Pertanian

Hampir setiap keluarga dari setiap kalangan masyarakat di wilayah tanah air memiliki pesawat televisi yang berfungsi sebagai sarana hiburan dan informasi.  Berdasarkan hal tersebut, media televisi dapat pula dimanfaatkan untuk kegiatan penyuluhan yang bersifat massal.  Alasan lain yang mendukung diintensifkannya penyampaian pesan melalui televisi adalah karena media ini banyak memiliki keunggulan, antara lain:

1.      Siaran televisi dapat ditangkap oleh beberapa indera manusia sekaligus.

2.      Siaran televisi dapat menjangkau sasaran penyuluhan secara luas dan singkat.

3.   Mata acara televisi dapat disampaikan dengan format hiburan, sehingga peluang pemirsa yang menonton cukup tinggi.

4.      Banyak variasi bentuk acara televisi yang dapat dipilih oleh penonton.

5.  Terdapat banyak saluran televisi, baik pemerintah maupun swasta yang berlomba membuat format penyajian pesan untuk menarik perhatian penonton.

 

Bentuk-bentuk  Siaran Televisi

Bentuk-bentuk siaran televisi yang sering terdapat dalam program penayangan televisi di Indonesia antara lain:

  1. Uraian
  2. Reportase
  3. Dialog
  4. Wawancara
  5. Diskusi
  6. Laporan
  7. Hiburan

 

Uraian

Siaran televisi dengan format uraian berfungsi untuk mengantarkan saran, nasehat dan informasi.  Naskahnya disusun dengan sederhana dan mudah dicerna.  Sebaiknya disertakan contoh-contoh untuk memudahkan orang mengerti akan pesan yang disampaikan.  Disamping itu, uraian siaran televisi sebaiknya dibuat dengan singkat unuk menghindari kebosanan sasaran serta menghemat waktu.  Perlu diperhatikan pula apabila naskah uraian dibacakan oleh penyiar, maka penyiar harus tampil meyakinkan.

 

Reportase

Reportase berfungsi untuk memberikan laporan langsung dari tempat kejadian atau kegiatan mengenai peristiwa-peristiwa penting bagi petani, misalnya peresmian waduk, bencana banjir yang melanda daerah pesawahan, dan lain-lain. Naskah yang dibawakan berisi hal-hal yang mendukung tayangan gambar. Adapun penyiar yang membawakan acara dengan format ini diupayakan adalah mereka yang sudah mampu membawakan acara secara langsung, karena biasanya bentuk siaran reportase ini dibawakan langsung dari tempat kejadian.

 

Dialog

Format dialog berfungsi untuk merumuskan pemecahan masalah yang dihadapi sasaran penyuluhan.  Dialog biasanya dilakukan antara dua orang atau lebih yang memiliki pandangan berbeda tentang sesuatu hal.  Pemirsa diharapkan dapat menyimak pandangan yang berbeda tersebut.  Arah dialog diupayakan untuk mempersatukan perbedaan serta mencari penyelesaian terbaik atas perbedaan-perbedaan tersebut.

Naskah hendaknya memperhatikan kontribusi masing-masing orang yang berdialog agar terlihat sama rata dalam berbicara. Untuk penampilan peserta, perlu diperhatikan tata gerak dan pandangan mata yang bebas, sehingga dialog terkesan lancar.

Wawancara

Wawancara berfungsi untuk memberitahu sasaran penyuluhan tentang persoalan yang dihadapi petani lainnya serta bagaimana pala ahli memikirkan masalah mereka dan mengarahkan pemecahannya.  Wawancara disajikan tanpa naskah tertulis, namun demikian pewawancara hendaknya mengumpulkan bahan-bahan atau pokok bahasan yang diketahui terlebih dahulu oleh orang yang akan diwawancara.

 

Diskusi

Diskusi berfungsi untuk mengajak pemirsa dalam proses penyelesaian perbedaan pendapat serta mengajak mereka untuk memahami pendapat orang lain. Pertanyaan-pertanyaan untuk diskusi sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu oleh moderator.  Pemirsa sebaiknya diajak untuk mengembangkan wawasan mereka denagn menerima berbagai pandangan dari orang lain.

 

Laporan

Seperti halnya reportase, laporan berfungsi untuk menyampaikan perkembangan berbagai aspek pembangunan yang terjadi di tanah air.  Perbedaannya, penyajian reportase biasanya dilakukan secara langsung, sedangkan laporan merupakan berita yang direkam terlebih dahulu untuk disiarkan pada waktu-waktu tertentu.  Bentuk penulisan laporan berupa uraian yang memberikan informasi secara rinci, misalnya tentang hasil pembangunan di daerah tertentu.  Untuk meningkatkan daya tarik pemirsa, hendaknya berita tersebut didukung oleh visualisasi gerak yang mencerminkan keadaan pembangunan di wilayah tyersebut.

 

Hiburan

Hiburan berfungsi untuk menyampaikan pesan secara implisit dalam bentuk cerita, lagu atau humor yang disukai pemirsa.  Penayangan acara penyuluhan melalui hiburan paling banyak disukai pemirsa kalangan menengah ke bawah.  Selain penyajiannya menarik, penyampaian pesan melalui hiburan tidak terkesan menggurui sasaran.  Contoh dari bentuk hiburan ini antara lain sinetron, pagelaan wayang, ludruk, ketoprak, lagu-lagu rakyat dan lain-lain.

 

File 6.3

Mempersiapkan Paket  Penyuluhan

Paket penyuluhan dapat dipersiapkan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1.      Pembagian tugas dan tanggungjawab

Naskah yang dipersiapkan untuk penyampaian pesan melalui televisi tidak hanya mengenai topik, tata suara dan tata bunyi, tetapi juga tata gerak. Pengolahannya tidak mudah dan tidak sembarang orang bisa melakukannya.  Untuk itu perlu dilakukan pembagian tugas dan tanggung jawab secara detail untuk masing-masing unit, sehingga acara yang dibuat menjadi satu kesatuan yang saling mendukung dan menghasilkan tayangan yang bermutu.

2.      Penyusunan perencanaan acara

Penonton televisi bersifat heterogen artinya televisi dapat ditonton oleh segala kalangan dalam segala usia.  Berdasarkan hal ini,  maka penyusunan acara televisi sebaiknya direncanakan terlebih dahulu, baik materi, sasaran yang diinginkan, maupun  waktu penayangan.  Namun demikian, siaran televisi sebaiknya berfungsi sebagai media pendidikan dan hiburan sehingga acara yang dikemas pun bertujuan untuk menghibur sekaligus mendidik.  

3.      Pemilihan topik

Topik siaran penyuluhan sebaiknya ditentukan atas dasar pembangunan yang mendukung program pemerintah.  Selain itu topik juga harus disesuaikan dengan kebutuhan petani sebagai sasaran penyuluhan. Namun karena siaran televisi bersifat nasional, maka topik yang dibawakan hendaknya bersifat umum dalam artian dapat diterima oleh masyarakat yang tersebar di seluruh tanah air.

4.      Penentuan bentuk siaran

Bentuk-bentuk siaran telah dibahas dalam materi sebelumnya (lihat Bentuk-bentuk Siaran Televisi). 

5.      Pembuatan acara

Setelah perencanaan dibuat dengan matang, maka pembuatan acara dapat segera dimulai.  Acara televisi dapat dibuat di studio sehingga tidak terlalu memakan waktu dan biaya yang banyak. Namun untuk menambah variasi, dapat pula acara tersebut dipuat di lapangan (misalnya bentuk reportase atau sinetron) walaupun harus memakan waktu, tenaga dan baiya yang lebih banyak.

6.      Penayangan acara

Acara dapat ditayangkan dalam dua jenis, yaitu tayangan langsung dan tidak langsung.  Jika paket-paket acara telah dipersiapkan, maka acara hendaknya ditayangkan dalam waktu yang tepat, yaitu di saat sasaran sedang mempunyai waktu luang untuk menonton acara televisi.

 

Tindak Lanjut Penyuluhan Pasca Siaran

Bentuk-bentuk pendayagunaan teknik penyuluhan pertanian pada pasca siaran menitikberatkan pada pelaksanaan metode penyuluhan pertanian yang telah ditetapkan sebelumnya dengan tujuan untuk penumbuhan dan pembinaan kelompok pemirsa.  Tindak lanjut yang diharapkan dari penyuluhan pasca siaran televisi ini antara lain:

1.      Menumbuhkan kelompok pemirsa, artinya menonton program penyuluhan tertentu melalui televisi hendaknya menjadi salah satu kegiatan kelompok tani.

2.      Mendorong anggota kelompok tani agar terbiasa menjadi pemirsa tayangan televisi.

3.      Mendorong terselenggaranya pertemuan kelompok tani untuk mendiskusikan materi siaran yang telah ditonton sebelumnya.

4.      Memberikan bahan penunjang berupa bahan cetakan.

5.      Mengikutsertakan kelompok pemirsa dalam mengisi siaran.

6.       Mengadakan acara kunjungan antarkelompok pemirsa.

 

 

Sumber:

 

Kusnadi, Tarya. 1994.  Teknik Penyuluhan Pertanian. Universitas Terbuka. Jakarta.