METODE DISKUSI

Topik mengenai metode diskusi cukup menarik untuk diangkat karena metode diskusi kelompok adalah metode yang cukup partisipatif dalam menggerakkan sasaran penyuluhan untuk ikut terlibat dalam kegiatan penyuluhan. 

            Topik ini berisi sub-sub topik sebagai berikut:

  1. Pengertian diskusi kelompok
  2. Peranan diskusi dalam penyuluhan pertanian
  3. Jenis-jenis pengembangan metode diskusi kelompok
  4. Keuntungan dan kekurangan metode diskusi kelompok

 

Pengertian Diskusi Kelompok

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, diskusi diartikan sebagai suatu pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah.  Sebagai metode penyuluhan berkelompok, diskusi biasanya membahas satu topik yang menjadi perhatian umum di mana masing-masing anggota kelompok mempunyai kesempatan yang sama untuk bertanya atau memberikan pendapat. Berdasarkan hal tersebut diskusi dapat dikatakan sebagai metode partisipatif.

Jumlah anggota diskusi kelompok biasanya terdiri dari 5 (lima) sampai 20 (dua puluh) orang. Jumlah ini memudahkan anggota untuk berinteraksi dan memudahkan penyuluh untuk mengkoordinasi jalannya diskusi.

 

Peranan Diskusi Kelompok dalam Penyuluhan Pertanian

Diskusi sebagai metode penyuluhan kelompok memiliki nilai lebih dibandingkan dengan metode penyuluhan  melalui media massa, karena dengan metode diskusi umpan balik dapat diperoleh secara langsung.  Hal ini akan menghilangkan atau mengurangi salah persepsi antara petani dengan penyuluh.  Disamping itu interaksi dalam diskusi memungkinkan terjadinya tukar pengalaman maupun pengaruh antar anggota kelompok serta memberikan kesempatan bagi penyuluh untuk mempengaruhi sasarannya. 

Beberapa peran diskusi sebagai metode penyuluhan kelompok dikaitkan dengan perubahan perilaku sasaran penyuluhan antara lain:

1.      Diskusi kelompok dapat menambah pengetahuan.

Diskusi  kelompok dapat membantu anggotanya memadukan pengetahuan dengan memberikan kesempatan mengajukan pertanyaan atau menghubungkan informasi baru dengan informasi yang telah mereka dapatkan sebelumnya. 

2.      Diskusi kelompok dapat merubah sikap.               

Teknik mengubah sikap melalui diskusi adalah menumbuhkan kesadaran anggota kelompok terhadap masalah yang dihadapinya. Terciptanya suasana yang saling mempercayai dalam kelompok membuat semua yang terlibat dapat melihat dan menghadapi masalah secara bersama-sama.  Contohnya, pada mulanya seorang petani ternak sapi merasa pesimis dengan produksi susu perahannya yang makin menurun, sehingga berniat menghentikan usahataninya.  Di dalam forum diskusi, penyuluh bersama-sama petani lainnya mengidentifikasi permasalahan yang menyebabkan penurunan produksi susu selama ini, serta saling bertukar pikiran tentang upaya penanggulangannya.  Melihat bahwa permasalahan dalam berusaha hampir selalu terjadi pada setiap orang, petani yang tadinya pesimis akan mengurungkan niatnya untuk berhenti berusaha, bahkan merasa terpacu semangatnya untuk mencari pemecahan masalah yang dihadapinya.

3.      Diskusi kelompok dapat mengubah perilaku.

Perubahan perilaku seseorang ditandai dengan keberaniannya untuk mengambil keputusan. Untuk hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama, keputusan tersebut diambil secara kolektif dalam suatu kelompok, misalnya kelompok petani satu hamparan lebih memilih memberantas tikus secara biologis, daripada dengan cara kimia.  Akan tetapi acapkali keputusan pribadi juga dapat diambil setelah seorang petani mengikuti diskusi, walaupun keputusan itu diambil setelah berunding dengan keluarganya. 

 

Jenis-jenis Pengembangan Metode Diskusi kelompok

Inti dari pelaksanaan diskusi adalah pertukaran ide atau pengalaman yang digali dari para peserta diskusi.  Dalam proses ini, peserta dituntut terlibat langsung dan aktif, dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengungkapkan perasaan dan pemikirannya tanpa ada rasa tertekan (Deptan, 2001).

Agar lebih memberikan keleluasaan bagi peserta diskusi untuk berpartisipasi aktif, perlu dicari variasi metode diskusi yang menarik.  Berikut ini adalah metode-metode yang dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan suasana diskusi:

1.      Kelompok Buzz

2.      Diskusi Pleno

3.      Curah Pendapat

4.      Permainan

5.      Bermain peran

 

Kelompok Buzz

Metode kelompok Buzz ini adalah metode diskusi dimana peserta diskusi dibagi dalam kelompok-kelopmpok kecil terdiri dari 2-3 orang yang membahas suatu topik tertentu secara cepat untuk memberi masukan dalam diskusi pleno.  Setiap kelompok kecil itu menyampaikan hasil diskusinya kepada pleno.  Misalnya dalam membahas topik mengenai pendirian lumbung bersama, terkumpul suara-suara yang berbeda dari masing-masing kelompok, baik yang mendukung maupun yang meragukan keberadaannya.  Pendapat kelompok-kelompok kecil tersebut ditampung dalan diskusi pleno.

 

Diskusi Pleno

Diskusi pleno di antara semua peserta dapat digunakan untuk menjelaskan topik atau konsep tertentu sehingga pemahaman  peserta diskusi diharapkan akan sama.  Dalam diskusi pleno ini dibahas mengenai hasil-hasil diskusi kelompok kecil. 

 

Curah pendapat

Curah pendapat dilakukan untuk mendapatkan sebanyak mungkin masukan dalam waktu pendek sebagai dasar untuk diskusi selanjutnya, tanpa memperhatikan kualitas materi yang disampaikan.  Pada saat ini diharapkan semua peserta menyampaikan aspirasinya.

 

Permainan

Permainan dipakai untuk menghidupkan suasana, mengaktifkan peserta dan membuka diskusi tentang suatu topik tertentu yang direfleksikan pada permainan tersebut.  Contoh permainan misalnya membuat suatu rancangan gedung yang disusun dari sedotan limun oleh sebuah kelompok.  Dari permainan tersebut bisa diperhatikan bagaimana kelompok tersebut berembuk untuk membuat sebuah bangunan yang kokoh dan bagus.

 

Bermain peran

Bermain peran dimanfaatkan untuk menggunakan kreativitas peserta serta untuk memberikan kesempatan kepada peserta dalam mengemukakan pengalamnnya.  Contohnya, satu kelompok diskusi diminta memainkan peran yang biasa dialami dalam kehidupan petani.  Ada yang memainkan peran sebagai petani yang bermasalah dengan ijon, ada yang berperan sebagai anak petani yang hampir putus sekolah, ada yang berperan sebagai ijon dan ada peran penyuluh sebagai pemberi motivasi.  Kesemuanya itu mengarah pada jalannya diskusi yang menyenangkan.

 

Keuntungan dan Kekurangan Metode Diskusi Kelompok

Sebagai metode partisipatif, penggunaan metode diskusi memiliki banyak keuntungan.  Berikut ini adalah kelebihan-kelebihan yang diperoleh dari metode diskusi:

     Aspek yang didiskusikan oleh peserta bisa berkembang bahkan melebihi aspek-aspek yang dikemukakan oleh penyuluh. 

     Peserta adalah pengamat yang lebih baik daripada penyuluh dalam penyelesaian praktis.  Hal ini terjadi karena peserta adalah orang yang merasakan langsung masalah-masalah yang mereka hadapi.

     Dalam diskusi kelompok ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dengan praktek sehari-hari, yang biasanya tidak terdapat dalam metode lain seperti ceramah atau media massa.

   Bahasa yang digunakan dalam diskusi lebih akrab bagi peserta, sehingga memungkinkan peserta tidak malu untuk berbicara.

  Peserta dapat memberikan pertanyaan, menyampaikan gagasan atau memperbaiki pernyataan yang pernah diungkapkannya terdahulu.

  Diskusi kelompok lebih banyak mendorong kegiatan peserta apabila divariasikan dengan metode lain seperti bermain peran atau permainan kartu.

    Peserta diskusi berkesempatan untuk menemukan aspek masalah yang tidak diketahuinya.  Hal ini akan memungkinkan peserta untuk mengadopsi pemecahan masalah yang dibicarakan dalam kelompok.

    Peserta biasanya lebih tertarik karena dapat memberikan kontribusi pada penentuan masalah yang akan didiskusikannya.  .

       Norma kelompok dapat dilihat dan dipertimbangkan oleh penyuluh dan secara perlahan dapat diubah jika memang diperlukan.

 

Disamping keuntungan yang beragam, diskusi juga memiliki kelemahan, diantaranya:

    Alih informasi akan memerlukan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan demonstrasi atau metode ceramah, karena jumlah sasaran yang terlibat dalam diskusi terbatas. 

      Terdapat peserta yang dominan berbicara atau bahkan kurang berbicara sama sekali, sehingga ketangkasan penyuluh sangat diperlukan untuk menghindarkan masalah seperti ini.

 

Pustaka

Ban, A.W. & H.S. Hawkins.  1999.  Penyuluhan Pertanian.  Kanisius.  Jakarta.

DitjenNak. 2001. Kajian Keadaan Pedesaan Secara Partisipatif.  Departemen Pertanian. www.delivery.org

Machmur, Mulyono, MS, Ed.  2001.  Penyuluhan Pertanian. Yayasan Pengembangan Sinar Tani.  Jakarta.

Soekam. 2001.  8 Prinsip Pembaharuan Untuk Penyuluh dan Penyuluhan Pertanian. www.deptan.go.id/bipp magelang.