wp7f657d5d.png







wpb40bc433.png
wpa966b9ef.png
wpd01843e5.png

1. Bakteri Yang Tidak Membentuk Spora
 

Sebagian besar bakteri yang tidak membentuk spora yang diisolasi dari serangga berasal dari suku Enterobacteriaceae atau Pseudomonidaceae. Kelompok bakteri yang tidak membentuk spora mempunyai kekuatan invasif yang terbatas, tidak mengakibatkan epizootik, umumnya mempunyai patogenitas yang rendah jika berada di dalam saluran pencernaan serangga, tetapi bersifat sangat patogen jika dapat masuk ke dalam rongga tubuh (hemocoel) serangga, dan sangat tergantung pada kondisi spesifik untuk masuk ke dalam rongga tubuh yang mengakibatkan kematian. Penyakit yang disebabkan bakteri tersebut tergantung pada beberapa faktor persyaratan yang memungkinkannya masuk ke dalam rongga tubuh serangga.

 

Faktor-faktor yang memungkinkannya masuk ke dalam rongga tubuh serangga   

1. suhu yang tinggi,

2. kualitas makanan yang buruk

3. terlampau berdesak-desakkan

4. Luka

5. faktor lain yang mengakibatkan stress pada serangga

 

Rongga tubuh serangga yang sedang mengalami stress dan atau luka dapat dengan mudah dimasuki bakteri yang tidak membentuk spora. Sekali di dalam rongga tubuh, bakteri tersebut dengan cepat memperbanyak diri dan mengakibatkan kematian serangga karena septisemia (keracunan darah) dalam waktu satu atau dua hari. Septisemia adalah satu di antara penyakit paling umum pada serangga.  Jika kondisi stress dihilangkan atau dicegah, septisemia dapat dihindarkan sebagai penyebab kematian.

 

wp4cba2aca.png

© 2007 Pengendalian Hayati

Made by FMIPA