ISSN.gif (2702 bytes)
vol.GIF (2171 bytes)

jur.GIF (4705 bytes)


Pengaruh beberapa jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah

 
Suwardjono

UPBJJ-UT Yogyakarta

Abstrak

Peanut is one of food list which has many functions. It has high nutrient and many people love it. In the production list of the bean family plants, peanuts stand in the second succession after the soybean. It means that peanuts can give a high contribution in fulfilling the food needs.The success of the peanuts production is influenced by many factors. Those factors are: kinds of seedling, manuring, watering, plant decease killing pest, and germ. The purpose of this research was to identify the influences and the difference influences of many kinds of green manure to the growth and the production of peanuts. This research uses experiment method with four treatments by giving four different kinds of manure. Namely (P1) chicken faeces, (P2) cow faeces, (P3) horse faeces, (P4) goat faeces. The data was analyzed by Duncan Multiple Rank Test. The research that goat faeces manure has more influences than the others in the matter of the total clove peanuts, the showed clove peanuts, the weight of dry roots, and the weight of the tree trunk.

PENDAHULUAN

Kacang tanah mempunyai peranan besar dalam mencukupi kebutuhan bahan pangan jenis kacang-kacangan. Dengan kandungan protein sebesar 25%-30%, lemak 40%-50%, karbohidrat 12%, serta vitamin B1 menempatkan kacang tanah dalam hal pemenuhan gizi setelah tanaman kedelai. Manfaat kacang tanah pada bidang indistri antara lain untuk pembuatan margarin, sabun, minyak goreng, dsb.

Jika dibandingkan dengan negara China dan India produksi kacang tanah secara nasional masih tergolong rendah, yaitu sekitar 0,8 sampai 0,9 ton setiap ha, (Sumarno).

Dilihat dari hasil produksi yang masih rendah tersebut berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan produksi, seperti memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal. Salah satu cara adalah dengan pemberian humus berupa pupuk kandang atau pupuk hijau. Pada umumnya tanah di pulau Jawa tidak banyak mengandung humus, sebagai akibat penghancuran, pemecahan dan pelarutan (Satiadiredja,42).

Menurut Soepardi (1983), Pulau Jawa, Sumatera dan khususnya Bengkulu lahan kering didominasi oleh tanah jenis podzolik merah kuning. Lahan ini mempunyai kelemahan di antaranya adalah miskin unsur hara dan sifat fisiknya kurang baik. Salah satu cara mengatasi kelemahan tanah podzolik merah kuning adalah dengan pemberian pupuk kandang, yang dapat memperbaiki sifat fisik tanah sehingga dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan perakaran tanaman (Anonim,1987:79).

Pupuk kandang mempunyai beberapa fungsi antara lain (1) mengembangkan beberapa unsur hara seperti fosfor, nitrogen, sulfur, dan kalium; (2) meningkatkan kapasitas tahan kation tanah; (3) melepaskan unsur P dari oksida Fe dan Al; (4) memperbaiki sifat fisik dan struktur tanah; (5) serta membentuk senyawa kompleks dengan unsur makro dan mikro sehingga dapat mengurangi proses pencucian unsur.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh dari berbagai jenis pupuk kandang, kotoran ayam, kotoran sapi, kotoran kuda, dan kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah.

BAHAN DAN METODE

Penelitian dilakukan di Desa Wates Yogyakarta selama empat bulan lapangan dengan luas 100m2 selama empat bulan. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan teknik Rancangan Acak Kelompok Lengkap, dengan empat faktor perlakuan, yaitu pemberian kotoran ayam (P1), kotoran sapi (P2), kotoran kuda(P3), dan kotoran kambing (P4). Pupuk kandang diberikan bersama-sama dengan pupuk dasar sebanyak masing-masing 20 ton per hektar, dan hanya dilakukan satu kali yaitu sebelum penanaman benih.

Perlakuan diulang sebanyak tiga kali di atas petakan berukuran 1 x 1,5 m, dengan jarak tanam 30 20 cm. Pada setiap lubang tugal sedalam 30 cm dimasukkan tiga biji kacang tanah dan setelah tumbuh dipilih satu tanaman yang baik pertumbuhannya. Pemeliharaan terdiri dari pengairan, penyiangan, pemberantasan hama, dan pemanenan.

Pengamatan dilakukan terhadap faktor-faktor produksi, yaitu jumlah polong total, jumlah polong berisi, berat biomassa brangkasan kering tajuk tanaman, berat biomassa brangkasan kering akar.

Data dianalisis dengan menggunakan uji jarak Berganda Duncan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Jumlah polong yoyal. Dari hasil perlakuan pupuk kandang terhadap jumlah polong total menunjukkan perberbedaan nyata, dengan jumlah polong total tertinggi pada perlakuan P4 (pupuk kandang kotoran kambing).

Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa perlakuan pemberian pupuk kandang mampu memperbaiki struktur tanah sehingga mempermudah ginofor (bakal buah), masuk ke dalam tanah. Hal ini sesuai dengan pendapat Sumarno (1987: 11) yang menyatakan bahwa ginofor yang masuk ke dalam tanah dapat membentuk polong sempurna. Rata-rata jumlah polong total dapat dilihat pada Tabel 1

 

Tabel 1: Rata-rata jumlah polong total tanaman kacang tanah.

Ulangan

Jenis pupuk

P1

P2

P3

P4

1

2

3

20,4

16,2

16,4

18,2

15,45

16

15,7

15,9

18,3

23,2

16,7

21,25

Rerata

18,733

19,967

18,133

26,633

DMRT 5%

a

a

a

b

Jumlah polong isi penuh. Tidak semua polong dapat terisi penuh. Hal ini antara lain disebabkan oleh ketersediaan hara di dalam tanah. Untuk pembentukan biji dan kesempurnaan biji dipengaruhi oleh unsur Ca dan P. Diketahui bahwa pupuk kandang disamping menyumbangkan unsur hara juga dapat membentuk khelat, yaitu reaksi antara kation logam (Fe, Cu, Mn, Co, dan Al) dengan asam-asam organik sebagai hasil sampingan dari mikroorganisme tanah. Terbentuknya khelat dapat mengurangi kelarutan logam-logam tersebut, dan melepaskan unsur P dan Ca yang diperlukan untuk pembentukan polong (Hakim,1986).

Dari pengamatan terlihat bahwa perlakuan pupuk kandang meningkatkan jumlah polong berisi penuh. Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa perlakuan pupuk kandang memberikan pengaruh beda nyata terhadap jumlah polong berisi penuh dengan jumlah tertinggi pada perlakuan P4 (pupuk kandang kotoran kambing), yaitu 20,100.

Tabel 2: Rata-rata jumlah polong berisi penuh

Ulangan

Jenis pupuk

P1

P2

P3

P4

1

2

3

17,4

17,8

12,4

17,8

14,3

14,8

13,8

16,4

18,2

20,8

18

21,5

Rerata

15,867

15,633

16,133

20,1

DMRT 5%

a

a

a

b

Tabel 3: Rata-rata biomasa brangkasan kering tanaman dalam gram

Ulangan

Jenis pupuk

P1

P2

P3

P4

1

2

3

26,6

22,16

23,5

26,16

20,2

20,54

20,64

20,3

20,6

32,02

27,42

19,83

Rerata

23,92

22,467

22,467

26,423

DMRT 5%

ab

a

a

b

Berat kering brangkasan. Perlakuan pupuk kandang memberikan pengaruh beda sangat nyata pada brangkasan kering tajuk tanaman kacang tanah, dan tertinggi pada perlakuan P4.

Pemberian pupuk kandang mampu meningkatkan berat brangkasan kering tanaman kacang tanah. Hal ini sesuai pendapat Basroh (1982), bahwa pupuk kandang mampu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah dengan pemantapan agregat tanah, aerasi , dan daya menahan air, serta kapasitas tukar kation. Struktur tanah yang baik menjadikan perakaran berkembang dengan baik sehingga semakin luas bidang serapan terhadap unsur hara. Kelancaran proses penyerapan unsur hara oleh tanaman terutama difusi tergantung dari persediaan air tanah yang behubungan erat dengan kapasitas menahan air oleh tanah (Hakim, 1986). Seluruh komponen tersebut mampu memacu proses fotosintesis secara optimal.

Hasil sintesis oleh daun digunakan untuk membentuk penyusun tubuh tanaman , yaitu asam-asam amino, profirin, karbohidrat, nukleotida, lipid dan enzim.Dengan demikian akan mempengaruhi berat kering tanaman (Prawiranata, 1981).

Tabel 4: Rata-rata biomasa brangkasan kering akar dalam gram

Ulangan

Jenis pupuk

P1

P2

P3

P4

1

2

3

1,66

1,14

1,06

1,28

1,3

1,42

1,48

1,22

1,58

2,02

1,28

1,38

Rerata

1,287

1,333

1,26

1,56

DMRT 5%

a

a

a

b

Menurut Sutrisno (1989) berbagai hasil pertanian dari Ghana menunjukkan bahwa unsur N, P, K yang imbanglah yang ternyata menguntungkan, yaitu dengan perbandingan 10:1:11. Dari perbandingan tersebut dapat dilihat bahwa perbandingan antara unsur N dan K adalah 10:11. Sesuai dengan Sutrisno, Rismunandar (1981) menyatakan bahwa pupuk kandang kotoran kambing menyumbangkan unsur N=2,77%, unsur P = 1,28%, dan unsur K = 2,88%, maka bisa dilihat perbandingan unsur N dan K adalah 2,77 : 2,88 atau mendekati pebandingan 10:11. Jadi unsur tersebut sudah seimbang sehingga memberikan hasil yang baik. Sedangkan pupuk kandang kotoran ayam menyumbangkan unsur N = 4% dan unsur K = 1,9% atau 2 : 1, berarti perbandingan antara N dan K tidak seimbang. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pupuk kandang kambing memberikan hasil yang lebih baik dari kotoran ayam.

Menurut Rismunandar (1981) sumbangan unsur pada pupuk kandang kotoran kambing adalah 2,77% N; 1,78% P; dan 2,88% K; pupuk kandang kotoran sapi adalah 0,7% N; 0,3% P; dan 0,65% K, serta pupuk kandang kotoran kuda adalah 0,7% N; 0,34% P; dan 0,62% K. Dari data di atas maka pupuk kandang kotoran kambing paling besar mengandung unsur N, P, dan K. Dari data pada Tabel 4 diduga memberikan pertumbuhan dan produksi kacang yang paling besar dibandingkan dengan pupuk kandang kotoran sapi dan pupuk kandang kotoran kuda.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah disajikan maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Pemberian pupuk kandang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kacang tanah, yaitu dapat meningkatkan jumlah polong total, polong berisi penuh, berat brangkasan kering tajuk dan berat brangkasan kering akar tanaman kacang tanah.

2. Jenis pupuk kandang kotoran kambing memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Rata-rata tertinggi jumlah polong total, polong berisi penuh, berat brangkasan kering-akar, dan berat brangkasan kering tajuk diperoleh dari perlakuan P4 (pupuk kandang kotoran kambing).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Anonim, 1987, Propinsi Bengkulu Indonesia Membangun.Jilid II.

  2. Basroh,M, 1982, Pengaruh Pemupukan Kotoran Ayam dan Pospor Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung, Departemen Ilmu-Ilmu Tanah Fakultas Pertanian IPB.

  3. Hakim Nurhayati,M.Y., 1986, Dasar-Dasar Ilmu Tanah, Universitas Lampung.

  4. Rismunandar, 1981, Dasar-Dasar Perabukan, Bandung, Seminar Baru.

  5. Soepardi, G., 1983, Sifat dan Ciri Tanah, IPB.

  6. Sumarno, 1987, Teknik Budidaya Kacang Tanah, Bandung, Sinar Baru.

  7. Prawiranata, 1981, Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan Jilid I & II, Departemen Botani, Fakultas Pertanian, IPB.

  8. Totok, S., 1989, Pemupukan dan Pengolahan Tanah, Jakarta: Armico.

  9. Setiadiredja, 1984, Karangan dan Buah-buahan, Jakarta: Yasagama.


Studi kesesuaian jenis fungsi keanggotaan dalam menyelesaikan program linear kabur
Pengaruh aplikasi poliamin=Spermidin terhadap kualitas dan daya simpan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill)
Simulasi numerik dan kestabilan global model umum volterra-Lotka interaksi 2-spesies
Hardering dalam upaya mengatasi efek salin pada tanaman bayam
Penggunaan mulsa jerami, alang-alang, dan plastik hitam perak pada tanaman semangka tanpa biji (Citrullus vulgaris I.)
Eksistensi dan ketunggalan bentuk normal Smith atas ring kumulatif
Aplikasi transformasi Fourier cepat dalam penentuan rapat spektrum daya neutron reaktor serbaguna GA Siwabessy (rsg-GAS)