Pelaksanaan Wisuda UT Periode II tahap I Tahun 2012

wisuda-ut-periode-2-tahap-1-mei-2012

Pelaksanaan Wisuda Universitas Terbuka (UT) Periode II Tahap I Tahun 2012 pada Selasa, 22 Mei 2012, bertempat di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) diikuti oleh 1808 wisudawan. Pada periode ini, UT meluluskan sebanyak 28.159 wisudawan yang terdiri dari 32 orang dari Program Pascasarjana, 23 orang dari fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), 10 orang dari Program S1 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), 27 orang dari Program S1 Fakultas Ekonomi (FEKON), dan 27.739 orang dari Program S1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Lulusan program diploma terdiri atas 1 orang dari Program Diploma III FISIP dan 221 orang dari Program Diploma II FISIP, serta 106 orang dari Program Diploma II FKIP.

Wisuda Periode II Tahap I Tahun 2012 diawali dengan prosesi Senat UT yang diiringi lagu Godeamus Igitur yang dinyanyikan oleh Paduan Suara Karyawan UT Gita Sutera. Rektor UT, Prof. Ir. Tian Belawati M.Ed., Ph.D membuka secara resmi upacara wisuda tersebut. SK Rektor tentang pengukuhan lulusan pada wisuda periode II Tahap I tahun 2012 dibacakan oleh kepala BAAPM, Drs. Achmad Razad. Sementara itu, SK Rektor tentang lulusan terbaik dibacakan oleh Pembantu Rektor I, Dr. Yuni Tri Hewindati. Mereka yang menjadi lulusan terbaik pada wisuda kali ini adalah, Murni, dengan IPK 4,00 Pendidikan Guru PAUD dari UPBJJ-UT Purwokerto dan Atman Poerwokoesoemo, dengan IPK 4,00 Program Pascasarjana Manajemen dari UPBJJ-UT Jakarta. Selain itu, pada wisuda kali ini terdapat dua wanita cantik yang berprofesi sebagai pramugari dari dua maskapai penerbangan yang berbeda ikut diwisuda.

Rektor UT, Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D, dalam sambutan wisuda tersebut, menjelaskan bahwa pendidikan di UT memiliki kesamaan dengan perguruan tatap muka dalam rangka meningkatkan nasionalisme dalam mencapai kesatuan dan kehormatan bangsa. Hanya saja, kalau di UT pembelajaran tersebut diberikan melalui pendidikan jarak jauh. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak maupun non-cetak. Terkait dengan nasionalisme, Rektor menjelaskan bahwa jiwa nasionalisme bangsa harus ditumbuhkernbangkan kembali dengan memanfaatkan sisi peluang dalam tantangan globalisasi. Generasi muda sebagai generasi penerus bangsa dan mahasiswa UT pada umumnya menempati posisi strategis dalam kerangka membangun nasionalisme Indonesia. Peran pemerintah melalui lembaga pendidikan formal seperti UT sebagai motivator dan fasilitator menjadi sangat penting dan urgen mengingat jumlah mahasiswa UT tersebar di pelosok nusantara.

Selanjutnya, Rektor menambahkan terkait dengan tema wisuda, UT telah banyak memberikan kontribusi dalam rangka meningkatkan semangat nasionalisme, antara lain dengan memberikan layanan ke seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke berupa layanan pendidikan terstandar secara nasional dan internasional dengan prinsip terbuka dan jarak jauh, melaksanakan proses pendidikan bagi mereka yang belum terjamah transportasi yang layak, informasi yang belum memadai, dan kondisi geografis yang tidak memungkinkan mereka penempuh pendidikan tinggi tatap muka seperti daerah terpencil, terluar dan wilayah perbatasan, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan akademik yang berkaitan dengan semangat nasionalisme, seperti diskusi ilmiah dan seminar akademik yang bertema nasionalisme dan karakter bangsa. Pada akhir sambutannya, Rektor berharap para Wisudawan yang mayoritas adalah guru, agar mampu melaksanakan tugas panggilannya sebagai pendidik dan pelaku perubahan bagi anak-anak bangsa dalam meningkatkan semangat nasionalisme, guru mesti membekali diri dengan sejumlah kemampuan reflektif, pedagogis, serta keterampilan sosial dalam melaksanakan tugasnya.

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn