Lagi, UT Tanda Tangani MoU dengan Tiga Universitas

Universitas Terbuka (UT) telah sukses melaksanakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis daring. Kesuksesan ini menjadi acuan bagi universitas lainnya yang didukung oleh berlakunya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang PJJ pada Pendidikan Tinggi. Sistem PJJ menjadi bagian yang menyatu dalam dunia pendidikan di Indonesia dan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh akses terhadap pendidikan berkualitas. Oleh karena itu, universitas negeri maupun swasta ingin melaksanakan sistem pembelajaran serupa dengan belajar pada UT. Setelah Universitas Hasanuddin, kini Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Cendrawasih, dan Universitas Musamus mengikuti jejak sistem pembelajaran jarak jauh berbasis daring yang selama ini telah dijalankan UT.

Hal tersebut diwujudkan dengan jalinan kerja sama dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UT dengan UNM, Universitas Cendrawasih, dan Universitas Musamus di Ballroom Theater Menara Phinisi UNM, Jumat (02/10/2018).

Kerja sama tersebut menyangkut bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan dan pemberdayaan manusia dengan tujuan mengembangkan sistem PJJ berbasis daring. Pada kesempatan itu, Rektor UNM Prof Husain Syam mengatakan, UT telah berhasil selama berpuluh-puluh tahun melaksanakan program PJJ, sehingga menjadi keharusan bagi universitas lain yang belum melaksanakan sistem tersebut untuk mencontoh UT. “Semoga dengan kami belajar kepada Universitas Terbuka, bisa memudahkan kami dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa melalui belajar secara daring,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D mengatakan, pihaknya telah berpengalaman selama 34 tahun dalam melaksanakan sistem PJJ berbasis daring. UT merupakan salah satu institusi di bawah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh. “Kerja sama ini tentu dalam menjalankan program strategis Menristekdikti dalam memberikan dan mengembangkan PJJ serta online learning. Hal ini dapat menyelesaikan sejumlah tantangan, salah satunya upaya peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia. Upaya yang dilakukan yaitu mengembangkan PJJ, sekaligus peningkatan sumber daya manusia (SDM), penelitian dan pengabdian pada masyarakat,” terangnya.