Di World Post Graduate Expo, Menristekdikti: UT Pioner PJJ

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyanjung Universitas Terbuka (UT) ketika membuka acara World Post Graduate Expo yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), 12 Mei 2018. Ia menganggap UT adalah pioner dalam penyelenggara pendidikan tinggi berbasis pendidikan jarak jauh. Dalam acara ini, selain menjadi peserta pameran, UT juga diminta mengisi pameran Kemenristekdikti khusus dalam bidang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), bersanding dengan 11 perguruan tinggi ternama Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Gajah Mada, dan lain-lain.

Dalam sambutan sebelum membuka acara, Moh. Nasir menekankan pentingnya inovasi bagi kemajuan negara khususnya di bidang pendidikan. Menurutnya, negara yang kuat adalah negara yang punya inovasi. Ia menambahkan salah satu cara untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah dengan distance learning. Dalah hal ini, ia memandang UT sebagai pioner dalam sistem ini.

Sebelumnya, Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti juga mengatakan beberapa hal terkait PJJ. Bahkan, dalam acara ini, Kemenristekdikti juga mengenalkan Program Pembelaajaran Jarak Jauh bertajuk Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Indonesia. Ia juga menyampaikan beberapa komentarnya terkait UT. Ia menilai positif UT dengan berbagai macam proses pembelajaran onlinenya.

Moh. Nasir juga sempat mengunjungi stan PJJ UT yang disediakan Kemenristekdikti. Dalam stan tersebut, Menteri melihat bagaimana UT melaksanakan tutorialnya khususnya melalui tutorial web yang berbasis video conference, tak hanya itu, ia juga meninjau bagaimana Online Proctoring atau sistem pengawasan ujian online diterapkan untuk mengawasi mahasiswa selama melakukan ujian online di tempat mereka masing-masing. “Saya yakin, sekarang menjadi pioner, UT ke depan menjadi lebih baik lagi” tuturya.

Pada World Post Graduate Expo yang berlangsung selama 2 hari ini, UT menjadi salah satu perhatian pemerintah karena pengalamannya dalam menjalankan PJJ selama lebih dari 30 tahun. Dengan sistem PJJ yang kini telah digalakkan di berbagai kampus ternama di Indonesia, Kemenristekdikti berharap APK masyarakat Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat meningkat secara signifikan.