UT Membangun Karakter Bangsa melalui Pelestarian Bumi

Seminar Wisuda Periode II Tahun 2017/2018 dengan tema “Membangun Karakter Bangsa melalui Pelestarian Bumi” telah dilaksanakan pada 20 November 2017 pukul 08.00 WIB di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC). Pembicara dalam seminar kali ini adalah Ketua BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) yaitu Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto. Seminar ini dihadiri sekitar 1.600 calon Wisudawan UT, Rektor UT, Pembantu Rektor UT serta pejabat Universitas Terbuka lainnya.

Para calon wisudawan merasa bangga menjadi salah satu bagian dari Universitas Terbuka. Hal ini pun dapat dilihat dari senyum bahagia yang terpancar dari wajah mereka sejak seminar wisuda ini dimulai hingga selesai. Selain itu, juga tidak terlihat adanya yang membeda-bedakan asal mereka dari mana. Selain calon wisudawan yang merasa bangga, Bapak Ojat selaku Rektor UT juga merasa bangga atas calon wisudawan yang dapat diwisuda pada 21 November 2017. Seminar Wisuda ini juga dimeriahkan oleh Gosip Band yang melantunkan nada dan suara yang merdu sehingga para peserta seminar pun terhibur dan ikut bernyanyi bersama.

Temu Wicara Wisuda Periode II 2017

Sebelum seminar ini dimulai terdapat rangkaian acara Temu Wicara yang dipimpin oleh Rektor UT dan dimoderatori oleh Kepala Pusat Humas dan Urusan Internasional yaitu Dr. Sri Sediyaningsih, M.Si. Temu wicara ini merupakan sesi berdialog secara langsung antara calon wisudawan dengan para pimpinan dan pejabat UT untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan UT. Selain itu, pada sesi ini calon wisudawan juga dapat menyampaikan keluh kesah, perasaan, serta saran untuk Universitas Terbuka agar lebih baik lagi di tahun selanjutnya. Temu wicara ini dimulai dengan sambutan dari Rektor UT sekaligus memperkenal pejabat UT yang hadir pada seminar hari ini dan meminta agar calon wisudawan untuk memperkenalkan UT lagi sehingga UT dapat mendapatkan hati dari masyarakat luas.

Selanjutnya, Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto menyampaikan paparannya tentang “Indonesia sebagai Nuklir Teknologi Provider”. Menurut Bapak Djarot, saat ini Indonesia selalu impor produk dari luar negeri dan setiap produk yang masuk ke Indonesia pasti selalu diberikan radiasi untuk menghilangkan bakteri dan kuman yang berada di produk tersebut sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena menurut Bapak Djarot, radiasi itu sama saja seperti microwave. Selain itu, energi nuklir dapat menjadi salah satu potensi yang luar biasa untuk ikut melestarikan bumi. BATAN pun siap untuk memberikan kontribusi terutama dibidang pertanian, pangan, kesehatan, dan lingkungan. Hal ini tentunya memiliki tujuan agar masyarakat Indonesia menjadi lebih sejahtera.

Setelah materi yang disampaikan pada sesi ini selesai, untuk lebih membekali calon wisudawan, Ikatan Alumni UT yang diwakili Sekjen IKA-UT Drs. Leles Sudharmanto, M.M., menyampaikan adanya wadah bagi alumni UT untuk berbagi dan berkarya untuk bangsa. Dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai Sumber Pembelajaran Terbuka atau SUAKA UT yang disampaikan oleh Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si,. (Arin)