Menristekdikti Buka TING IX 2017

“Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada UT di dalam mendesain sistem perkuliahan masa depan menjadi lebih baik lagi”, pernyataan tersebut disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. ketika memberikan sambutan di acara Temu Ilmiah Nasional Guru (TING) ke-IX tahun 2017 di Universitas Terbuka Convention Center, Tangerang Selatan (19/11/2017). Ia juga secara resmi membuka acara tersebut.

Dalam sambutannya, Menristekdikti menekankan pentingnya beradaptasi terhadap era disruption yang saat ini tengah berkembang secara pesat dan cepat. Model pembelajaran di masa lalu tidak lagi dapat menjadi patokan utama mengingat dunia kini telah berubah menuju era serba digital. “Pengembangan pendidikan di masa mendatang berbasis online atau e-learning. Dengan e-learning, akan menjangkau seluruh dunia. Kalau e-learning kita kembangkang, classroom-less, borderless akan terjadi”. Menurutnya, Universitas Terbuka (UT) telah menjadi pelopor pembelajaran tersebut. “Yang sudah memanfaatkan peluang semacam itu, di Indonesia, yang pertama kali hanyalah Universitas Terbuka”

Lebih jauh lagi, di hadapan ribuan peserta yang mayoritas berprofesi sebagai guru, ia memaparkan betapa pentingnya meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidik di Indonesia. Guru kini menghadapi tantangan yang cukup besar di era digital. Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi harus dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pendidik guna memberikan peserta didik ilmu yang sinergis dengan era sekarang. “Calon guru yang masuk di ilmu pendidikan UT harus bisa mengubah anak didik kita dari PAUD, SD, SMP, agar mereka bisa memenangkan persaingan global”, pesannya sebelum membuka acara.

Sambutan_Menristekdikti_di_TING_2017

Sebelumnya, Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. dalam laporannya mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Menristekdikti di kantor Pusat UT dan membuka acara TING IX tahun 2017 ini. Ia menyampaikan bahwa Bangsa Indonesia merupakan suatu entitas kehidupan kolektif. Karakteristik kehidupan kolektif seperti itu memerlukan instrumen sosio-kultural yang mampu melanggengkan entitas kehidupan itu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Konsep pendidikan terbuka dan jarak jauh dapat dikatakan sebagai salah satu instrumen bangsa untuk menjaga keutuhan dan keberlanjutan NKRI melalui berbagai upaya pembinaan watak dan kecerdasan anak bangsa. Konsep ini diharapkan mampu mendukung sepenuhnya program Nawacita Pemerintah, khususnya dalam konteks membangun Indonesia dari pinggiran dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Untuk itulah, Universitas Terbuka hadir dalam konstelasi pembangunan jati diri bangsa Indonesia melalui TING ini.

Di sela-sela laporannya, ia mengumumkan peluncuran Program Guru Pendamping Muda Program Anak Usia Dini yang dedikasikan khusus bagi para pendidik Anak Usia Dini. Program tersebut diharapkan mampu mewujudkan harapan Bunda PAUD Nasional, Iriana Joko Widodo, terkait Crash Program upaya pemenuhan kualifikasi guru PAUD.

Rektor UT berharap, melalui TING IX ini, pendidik Indonesia mampu membangun kerangka pikir, menghimpun gagasan dan pengalaman, serta merancang rencana aksi kolektif sehingga menjadi inspirator dan inisiator perbaikan mutu.

Kolase_TING_2017

TING adalah suatu pertemuan ilmiah dan agenda tahunan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dipercayakan kepada FKIP-UT untuk memperingati Hari Guru setiap 25 November. UT sebagai perguruan tinggi negeri yang mahasiswanya didominasi oleh profesi guru, rutin menyelenggarakan kegiatan ini sejak tahun 2009. Tema yang diambil pada TING kali ini adalah “Pendidikan Abad 21: Fungsi dan Peran dalam Pembelajaran”. Antusias peserta dapat dilihat dari jumlah peserta yang hadir setiap tahunnya. Tahun ini, tercatat jumlah peserta membludak hingga mencapai lebih dari 1000 orang.

Pada kesempatan ini Menristekdikti RI secara simbolis memberikan beasiswa kepada 5.634 mahasiswa Bidikmisi dan 3.638 mahasiswa penerima bantuan studi daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang diwakili oleh 5 mahasiswa. Sehari sebelumnya, FKIP-UT bekerja sama dengan Microsoft Indonesia mengadakan Workshop TING IX bertajuk Mengajar dengan Teknologi. Workshop ini diikuti oleh setidaknya 100 peserta.

Selain Menristekdikti, acara ini juga mendatangkan Obert Hoseant, Teacher Engagement Manager, Public Sector dari Microsoft Indonesia sebagai pembicara pada sesi panel. Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana teknologi kini menjadi revolusioner dan bergerak sangat cepat. Menurutnya, teknologi harus dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Indonesia.