FE-UT dan IKA-UT Gelar Seminar Nasional Bertajuk Kewirausahaan

Salah satu penyebab utama pengangguran di Indonesia adalah karena kelangkaan entrepreneurship atau wirausaha di Indonesia. Pernyataan tersebut dilontarkan Rektor Universitas Terbuka (UT) ketika membuka Seminar Nasional di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Sabtu (11/11/2017). Seminar Nasional ini merupakan kerja sama antara FE-UT dan Ikatan Alumni UT (IKA-UT).

Seminar Nasional tersebut mengangkat tema “Entrepreneurship at Global Crossroad: Challenge and Solutions”. Tema tersebut dianggap mewakili isu-isu terhangat saat ini di mana wirausaha tengah tumbuh subur di kalangan masyarakat khususnya generasi milenial. Banyak sekali bertumbuhan wirausaha-wirausaha baru berbasis kreativitas yang kebanyakan diusung oleh generasi muda. Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat sebagai peluang pengembangan sektor wirausaha.

Sebelum membuka seminar nasional secara resmi, Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menyampaikan bahwa rasio kewirausahaan Indonesia sudah melampaui batas minimal rasio yang digagas oleh Mc Clelland, yaitu 2 persen. Namun jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam, rasio jumlah kewirausahaan Indonesia masih di bawah mereka. Rektor merasa bahwa mencetak wirausaha yang andal memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun di era digital saat ini sebenarnya telah memudahkan siapa saja untuk memulai bisnis.

Pada seminar nasional kali ini, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) yang diwakili oleh Maman Rahmawan, S.ST, M.SI didatangkan sebagai pembicara utama. Dalam paparannya Kepala Bekraf melalui Maman menjelaskan bagaimana perkembangan industri ekonomi kreatif di Indonesia saat ini. Ia mengatakan bahwa ekonomi kreatif merupakan kekuatan baru ekonomi Indonesia. Dalam ekonomi kreatif (ekraf) ini terdapat unsur-unsur yang sangat lengkap, di antaranya citra dan identitas bangsa, pariwisata, ikon nasional, warisan/nilai lokal, dan lain sebagainya. Ia berharap, dengan ekraf yang sedang berkembang di Indonesia ini angka kemiskinan dapat diturunkan.

Pembicara di Seminar Nasional FE-UT dan IKA-UT 2017

Selain mengundang Kepala Bekraf, Seminar Nasional ini juga mendatangkan Achmad Zaky, founder sekaligus CEO dari situs e-commerce Bukalapak.com dan Lendo Novo, penggagas Sekolah Alam pertama di Indonesia. Mereka adalah contoh kongkret dari industri ekonomi kreatif yang telah membantu membuka lapangan pekerjaan kreatif di Indonesia.

Sebanyak 106 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi ternama menyajikan makalahnya di seminar nasional ini, dan diikuti oleh kurang lebih 100 peserta. Di akhir seminar, 5 makalah terpilih menjadi makalah terbaik. Mereka adalah pemakalah dari Universitas Muhammadiyah Surakarta yakni Anton Agus S., Ihwan Susila, Sidiq P. Nugroho, dan Henri Dwi Wahyudi; Universitas Al Azhar Indonesia yakni Bambang Eko Samiono; Universitas Padjajaran yakni Gema Wibawa M., Rani Andriani, dan Pandi Pardian; Universitas Terbuka yakni Aji Bayu Kusuma; dan Universitas Sebelas Maret yakni Putri Nugrahaningsih dan Sri Suranta.