Melalui Pendidikan Inklusif, UT Berkontribusi Dorong Percepatan Pembangunan Nasional

Universitas Terbuka (UT) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan Upacara Wisuda dan Seminar Wisuda pada kalender awal kelulusan periode I tahun 2017. Pada kesempatan kali ini, UT mengadakan Seminar Wisuda yang diadakan tepat 1 hari sebelum upacara wisuda dilaksanakan. Bertempat di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) pada Senin, 10 April 2017 dan dihadiri oleh kurang lebih 800 calon wisudawan yang tersebar dari penjuru tanah air, serta para Pejabat UT baik pimpinan pusat maupun pimpinan UPBJJ dari setiap daerah.

Diawali kegiatan temu wicara yang dipimpin secara langsung oleh Rektor UT. Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D., Dalam Sambutannya yang ditujukan kepada calon wisudawan, Rektor menyatakan bahwa UT telah terjadi perubahan positif akibat pemanfaatan IT sebagai media pembelajaran. “sebanyak 40% Mahasiswa UT adalah mahasiswa yang usianya dibawah 30 tahun” ujar rektor, hal ini menandakan bahwa UT sudah mengalami perubahan dilihat dari unsur peminatan. Disesi tanya jawab, calon wisudawan secara bergantian mengajukan pertanyaan yang ditujukan secara langsung kepada Rektor UT untuk menyampaikan hal-hal berkaitan studi yang dijalani saat masa perkuliahan.

seminar_wisuda_periode_I_2017

Dilanjutkan kegiatan seminar wisuda dengan tema “Merajut Nilai-nilai Kebhinekaan Melalui Pendidikan Inklusif”. UT menghadirkan pembicara utama, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI yang diwakili oleh Deputi IV Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Prof. Dr. H.R Agus Sartono, MBA., dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa UT dibangun pemerintah atas dasar semangat melayani pendidikan tinggi dengan jangkauan seluas-luasnya. Menurutnya, patut berbangga pula dengan peran strategis UT karena telah meluluskan 1,5 juta mahasiwa yang tersebar di seluruh indonesia maupun luar negeri yang juga berhasil mendorong peningkatan kualitas SDM dan percepatan pembangunan nasional melalui pendidikan.

Seminar yang di moderatori oleh Kepala UPBJJ-UT Luar Negeri Dr. Maximus Gorky.,ini menyedot perhatian para calon wisudawan yang dibuktikan dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Prof. Agus yang juga memiliki latar belakang akademisi, lebih banyak memaparkan kondisi terkait pemerataan pendidikan di Indonesia dengan menjelaskan bahwa saat ini daya tampung pendidikan tinggi terbatas, sehingga menurutnya sangat setuju dengan inovasi yang dimiliki UT, “satu-satunya cara untuk mengubah struktur angkatan kerja pendidikan dengan distance learning dan tentunya UT memiliki kontribusi besar dalam angka partisipasi terhadap pendidikan tinggi”. Ujarnya.