Online Learning UT di Kancah Dunia

In our perspective, distance learning is not always open, and open learning is not always distance either. Menurut pandangan kami, pembelajaran jarak jauh tidak selalu terbuka, dan pembelajaran terbuka tidak selalu jarak jauh” seperti yang diutarakan oleh Rektor UT Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D. pada hari kedua Educational Technology World Conference (ETWC) 2016, 1 Agustus 2016. Hal tersebut diungkapakan Rektor UT ketika mengawali sesinya sebagai salah satu dari 5 pembicara kunci di ETWC 2016. Acara yang digelar di The Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali tersebut menyajikan 5 pembicara kunci, diantaranya perwakilan dari Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi, perwakilan dari Menteri Komunikasi dan Informasi, Mike Spector dari University of North Texas, Rob Branch dari University of Georgia, serta Rektor UT sendiri.

Sesuai dengan topik yang diusung pada sesi tersebut ‘Open Online Learning and Instruction’, Rektor UT memaparkan bagaimana pendidikan jarak jauh dan terbuka itu diterapkan dan berbagi pengalaman UT, dalam menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh termasuk melalui online learning atau pembelajaran daring. Menurutnya, perlu ada pelurusan perspektif mengenai online learning dan pendidikan terbuka dan jarak jauh. Ciri utama dari pembelajaran jarak jauh adalah adanya jarak pemisah antara pendidik dan peserta didik. Sedangkan pembelajaran terbuka lebih menekankan pada situasi ideal dimana tidak ada halangan apapun untuk belajar. Jika keduanya disilangkan maka terciptalah pembelajaran terbuka dan jarak jauh.

Era teknologi canggih saat ini berdampak terhadap berkembangnya media belajar untuk pembelajaran terbuka dan jarak jauh. Dari hal tersebut muncullah istilah online learning yang berarti pembelajaran jarak jauh yang didukung dengan integrasi internet. Lebih jauh lagi, dia menuturkan bahwa penggunaan smartphone sebagai salah satu sarana online learning meningkat secara pesat, sehingga penyedia pendidikan jarak jauh harus dapat menyediakan akses pendidikan yang terintregrasi dengan teknologi terkini sebagaimana yang telah dilakukan UT dengan online learning-nya.

Tian Belawati juga menerangkan bagaimana sejarah online learning bermula dari pendidikan terbuka dan jarak jauh di berbagai penjuru dunia yang dilakukan dengan cara konvensional sampai akhirnya saat ini pendidikan hadir di ‘ujung jari’ karena hadirnya teknologi. Hingga saat ini dan masih akan terus berkembang, teknologi akan semakin mempermudah pekerjaan manusia dalam melakukan banyak hal termasuk dalam belajar. Kemudahan-kemudahan tersebut juga harus dapat terintregrasi dengan sistem pendidikan untuk mempermudah siapapun yang ingin meningkatkan keahlian mereka khususnya melalui pendidikan tinggi. Sebagai ahli dan praktisi pendidikan jarak jauh, Tian membagikan pengalaman bagaimana institusi yang dipimpinnya menjalankan pendidikan yang seluruhnya telah terintegrasi dengan teknologi. “Kami sadar bahwa tidak semua orang dapat mengerti dan menjalankan teknologi terkini untuk mengakses pendidikan. Oleh karenanya, kami tetap mempertahankan media konvensional dalam memberikan layanan sejalan dengan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi” pungkasnya.

Konferensi dunia yang diikuti oleh ratusan peserta dari 14 negara ini berlangsung hingga 3 Agustus 2016. UT sendiri mengirimkan lebih dari 50 delegasi untuk berpartisipasi di konferensi teknologi pendidikan ini.