Berita tentang kegiatan Fakultas Matermatika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Mahasiswa PWK FMIPA-UT Studi Banding Penyelenggaraan Studio Proses Perencanaan

Mahasiswa PWK FMIPA-UT Studi Banding Penyelenggaraan Studio Proses Perencanaan

Mempersiapkan diri untuk matakuliah Studio Proses Perencanaan di semester berikut, mahasiswa Bidikmisi program studi PWK FMIPA dari UPBJJ UT Jakarta dan Serang melakukan studi banding ke Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanegara dan studi lapangan ke kawasan reklamasi Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta, serta kawasan normalisasi Waduk Pluit, yang dilaksanakan pada tanggal 8 April 2014.

Artikel lengkapnya di fmipa.ut.ac.id

Mahasiswa FMIPA UT Mempresentasikan Proposal Tentang Studio Proses Perencanaan Melalui Vicon

Studio Proses Perencanaan Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota FMIPA

Memasuki semester ke 4 penyelenggaraan program studi Perencanaan Wilayah dan Kota, FMIPA UT, untuk pertama kalinya, dengan memanfaatkan fasilitas vicon, 2 (dua) kelompok mahasiswa Prodi S1 Perencanaan Wilayah & Kota FMIPA dari UPBJJ UT Purwokerto pada hari Jumat, 28 April 2014 mempresentasikan proposal mereka dalam matakuliah Studio Proses Perencanaan.

Selengkapnya...

Berbagi ilmu di Desa Jampang

Berbagi ilmu di Desa Jampang Bansos FMIPA 2013

Tahun ini, FMIPA-UT kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat (Abdimas), dengan tema “Peningkatan Kemandirian Masyarakat Melalui Pemberdayaan Bidang Pendidikan, Ekonomi dan Kesehatan”.

Selengkapnya...

Pembangunan dan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Sains dan Teknologi

Semnas FMIPA Lingkungan Hidup 18nov2013 utcc

Dalam rangkaian Dies Natalis Universitas Terbuka ke 29 dan agenda tahunan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UT, tahun 2013 ini diselenggarakan seminar dengan tema “Pembangunan dan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Sains dan Teknologi”.

Selengkapnya...

Pendalaman Materi Tentang Pangan Risiko Rendah

Vicon FMIPA pendalaman materi pangan resiko rendah juli 2013

Seminar Pakar Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) FMIPA kali ini membahas topik Pangan Risiko Rendah yang disampaikan oleh Ir. Roy A. Sparringa, M.App.Sc, Ph.D., Deputi III (bidang Keamanan Pangan dan Pengawasan Bahan Berbahaya) Badan POM RI. Seminar berlangsung pada hari Senin, 8 Juli 2013 jam 09.00 – 11.00 WIB melalui video converence di Gedung Puskom UT. Seminar dimoderatori oleh Pembantu Dekan I FMIPA, Dr. Sri Listyarini, M.Ed dan diikuti oleh dosen Jurusan Biologi di UT Pusat, dosen dari 7 UPBJJ-UT meliputi UPBJJ-UT Serang, Bandung, Bogor, Semarang, Surakarta, Jogjakarta, dan Malang. Seminar juga dihadiri oleh para mahasiswa PS-ITP yang hadir baik di kantor UT Pusat maupun UPBJJ. Mahasiswa terbanyak adalah penerima beasiswa Bidikmisi yang hadir di UPBJJ-UT Bandung.

Seminar diawali dengan pendahuluan yang menjelaskan isu tentang mengapa keamanan pangan menjadi keprihatinan dunia serta tantangan keamanan pangan yang harus kita hadapi berkaitan dengan era globalisasi perdagangan. Isu tersebut akan bermuara pada bagaimana menciptakan sistem pengawasan pangan yang efektif dan tangguh. Roy A. Sparringa juga memberikan penjelasan singkat pengantar keamanan pangan yang membahas berbagai aspek yang tercakup dalam keamanan pangan. Penjelasan disampaikan dengan sangat menarik disertai beberapa contoh faktual yang terjadi di Indonesia. Dari penjelasan tersebut peserta seminar memperoleh gambaran tentang apa dan bagaimana kondisi keamanan pangan kita dan secara otomatis kita akan dapat mengkategorikan risiko keamanan pangan. Menurut Guidelines yang dirilis FAO tahun 2012 (Guidelines for Risk Categorization of Food and Food Establisment Applicable to ASEAN Countries) terdapat dua faktor risiko keamanan pangan, yakni (1) Faktor risiko yang berhubungan dengan aspek proses (pengolahan pangan) dan (2) Faktor risiko berkaitan dengan pangan itu sendiri (Food-borne disease) yaitu karena mengkonsumsi pangan yang mengandung kontaminan (mikrobiologis) berbahaya. Food-borne disease inilah yang kemudian digunakan sebagai dasar dari pengkategorian pangan berisiko. Guidelines yang disusun oleh Dr. Dedi Fardiaz, seorang pakar keamanan pangan dari IPB ini membagi pangan berisiko menjadi 3 kelompok, yakni : Pangan Berisiko Tinggi (High-Risk Foods), Pangan Berisiko Sedang (Medium-Risk Foods), dan Pangan Berisiko Rendah (Low-Risk Foods).

Lebih lanjut Pembicara juga menjelaskan secara singkat bagaimana cara merumuskan kategori risiko dengan menggunakan pohon keputusan (decision tree) yang berujung pada sistem pengawasan pangan oleh BPOM kita. Pangan Risiko Rendah pada umumnya merupakan pangan yang dihasilkan oleh industri rumah tangga (P-IRT). Di akhir seminar Pembicara menjelaskan tahapan pendaftaran pangan risiko rendah di BPOM. Ini yang ditunggu-tunggu oleh kami dari UT karena berhubungan erat dengan masa depan produk pangan yang dihasilkan oleh ibu-ibu yang diberi pelatihan dalam rangka kegiatan Abdimas UT.

Kesimpulan dari seminar ini tentu saja sangat membahagiakan. Peserta seminar memperoleh ilmu tentang keamanan pangan khususnya di Indonesia dari seorang ilmuwan dan juga praktisi yang berkecimpung langsung di dalamnya. Kegiatan seminar berlangsung hangat saat sesi diskusi dibuka oleh moderator, antusiasme hadirin sangat tinggi dengan banyaknya pertanyaan maupun pernyataan yang disampaikan baik oleh peserta dari UPBJJ-UT maupun UT Pusat kepada Pembicara. Memang ada sedikit rasa was-was setelah mengikuti seminar ini, yaitu kondisi keamanan pangan kita yang memang sangat memprihatinkan. Rasanya tidak ada yang aman untuk dikonsumsi kecuali jika bahannya kita tanam sendiri kemudian kita olah sendiri. Namun Roy A. Sparringa memberikan solusi yang sangat arif yaitu berdoa, berdoa, dan berdoalah sebelum kita makan. (ratna)